Logo

Panen Raya Jagung Presiden di Tuban: Ditanam dan Dirawat Petani, yang Dapat Penghargaan Polri 

Petani Ungkap Tak Pernah Dapat Bantuan Polri-TNI untuk Tanam Jagung
Reporter:,Editor:

Selasa, 19 May 2026 13:13 UTC

Panen Raya Jagung Presiden di Tuban: Ditanam dan Dirawat Petani, yang Dapat Penghargaan Polri 

Kondisi lahan milik Jaswadi yang dijadikan acara seremonial panen raya dihadiri oleh Presiden dan Kapolri, Selasa, 19 Mei 2026. Foto: Zidni Ilman

JATIMNET.COM, Tuban – Di balik pujian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap peran Polri dan TNI dalam program ketahanan pangan nasional, muncul pengakuan berbeda dari petani penggarap lahan jagung di Kabupaten Tuban.

Sejumlah pesanggem atau petani penggarap yang lahannya digunakan dalam agenda panen raya jagung di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, mengaku selama ini menanam dan merawat jagung secara mandiri tanpa bantuan maupun pembinaan rutin dari kepolisian dan TNI.

Pernyataan itu mencuat setelah Presiden Prabowo menghadiri panen raya jagung di lokasi tersebut pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Presiden bahkan memuji kontribusi Polri dalam mendukung program penanaman jagung nasional. Prabowo juga menyampaikan rencana pemberian tanda kehormatan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

BACA: Lahan Garapan Petani di Tuban Rusak Usai Dipakai Panen Raya Presiden Prabowo

“Saya lihat Polri ini berprestasi. Kapolri belum pernah menerima Bintang Mahaputera, belum ya? Nanti Presiden Prabowo yang kasih bintang. Panglima ini juga belum terima juga kau? Presiden Prabowo memberi,” ujar Presiden dalam pidatonya.

Usai mendengar pernyataan tersebut, Kapolri dan Panglima TNI terlihat berdiri dan memberi hormat kepada Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo melaporkan capaian program penanaman jagung nasional yang didukung Polri sepanjang 2025.

Jaswadi, petani penggarap lahan atau pesanggem sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) saat ditemui di kediamannya Selasa, 19 Mei 2026. Foto: Zidni Ilman

“Mohon izin melaporkan Bapak Presiden, guna mewujudkan swasembada pangan nasional pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektare dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton,” ujar Listyo.

Menurut Kapolri, program tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional.

“Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton,” lanjutnya.

Namun, pengakuan berbeda disampaikan Jaswadi, pesanggem sekaligus Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) asal Dusun Tileng, Desa Talun, Kecamatan Montong.

Jaswadi mengaku tidak pernah menerima bantuan maupun pembinaan dari kepolisian selama menggarap lahan jagung yang kini digunakan untuk agenda panen raya Presiden.

BACA:  Kisah Jaswadi, Pesanggem Tuban yang Kehilangan Lahan Garapan Usai Kunjungan Presiden Prabowo 

“Saya tidak pernah mendapatkan bantuan atau pembinaan dari Polisi. Saya ingat dulu sekali itu dari TNI cuma ada pembicaraan saja. Tapi itu sudah lama sekali. Kalau program, bantuan, dan pembinaan tidak pernah ada,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Jaswadi, dirinya telah menggarap lahan tersebut selama kurang lebih 10 tahun. Selama itu pula, seluruh kebutuhan produksi pertanian dipenuhi secara mandiri, mulai dari membeli benih hingga proses panen.

“Mulai dari membeli benih jagung di kios hingga panen, saya lakukan sendiri dan tidak pernah mendapatkan bantuan ataupun pembinaan,” katanya.