Senin, 18 May 2026 15:58 UTC

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia saat menghadiri Rakernas SOKSI pada Senin, 18 Mei 2026. Foto: Humas SOKSI
JATIMNET.COM, Bandung – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2026 Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari dukungan terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar hingga usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada pendiri SOKSI, Suhardiman.
Forum nasional yang digelar di Kota Bandung dan resmi ditutup pada Sabtu, 16 Mei 2026, itu juga menegaskan dukungan organisasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas I dan Rapimnas I SOKSI Tahun 2026, Tb. Iman Aryadi, mengatakan salah satu rekomendasi yang mengemuka dalam forum tersebut ialah aspirasi dari berbagai Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI agar Bahlil Lahadalia kembali memimpin Partai Golkar selama dua periode.
“Dukungan ini merupakan amanah dari para kader SOKSI. Aspirasi daerah ini sangat kuat dan konsisten,” ujar Iman.
BACA: Luncurkan Buku “Kekuasaan yang Menolong”, Sarmuji Golkar Kenang Makna Nama Anak
Penutupan Rakernas dan Rapimnas SOKSI turut dihadiri sejumlah petinggi Partai Golkar, di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.
Selain membahas dinamika internal Partai Golkar, forum tersebut juga menegaskan dukungan SOKSI terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjalankan agenda pembangunan nasional. Organisasi itu turut mendorong penguatan implementasi sistem ekonomi Pancasila sebagai bagian dari arah kebijakan nasional.
Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun sebelumnya menegaskan bahwa Rakernas dan Rapimnas SOKSI menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus mendukung konsolidasi besar Partai Golkar.
Menurut Misbakhun, langkah konsolidasi yang dilakukan SOKSI merupakan bagian dari penguatan organisasi di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari konsolidasi besar Partai Golkar. Konsolidasi SOKSI ini adalah upaya untuk memberikan penguatan terhadap konsolidasi yang dilakukan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Ormas yang terkonsolidasi harus membuktikan diri melalui kaderisasi yang kuat,” tuturnya.
BACA: Luncurkan Buku Refleksi Berpolitik, Sarmuji Ungkap Cara Menjaga Idealisme di Tengah Realitas Politik
Di internal organisasi, Rapimnas SOKSI juga menghasilkan sejumlah rekomendasi lain, seperti penyempurnaan program silabus Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB), penguatan sistem kaderisasi, hingga percepatan konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia.
Forum tersebut juga merekomendasikan penataan konsentrasi dan lembaga-lembaga di lingkungan SOKSI, termasuk penyusunan aturan organisasi yang mengatur hubungan antara Partai Golkar dan SOKSI. Salah satu poin rekomendasi itu menetapkan Ketua Umum Partai Golkar sebagai Dewan Kehormatan Khusus.
Pada bagian lain, Rapimnas SOKSI turut merekomendasikan agar pendiri SOKSI, Suhardiman, diusulkan sebagai pahlawan nasional. Usulan tersebut menjadi salah satu rekomendasi eksternal yang dihasilkan forum nasional organisasi itu.
Iman berharap seluruh keputusan dan rekomendasi Rakernas maupun Rapimnas SOKSI dapat memberikan kontribusi nyata bagi penguatan organisasi serta memperbesar peran SOKSI dalam pembangunan bangsa.
