Logo

Luncurkan Buku “Kekuasaan yang Menolong”, Sarmuji Golkar Kenang Makna Nama Anak

Jadi Refleksi dan Pengingat Awal Tujuan Berpolitik
Reporter:

Sabtu, 09 May 2026 07:30 UTC

Luncurkan Buku “Kekuasaan yang Menolong”, Sarmuji Golkar Kenang Makna Nama Anak

Sekjen DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji saat meluncurkan buku serta meresmikan restoran Cikiluks di Jember, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Foto: Adi

JATIMNET.COM, Jember – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji meluncurkan buku berjudul “Kekuasaan yang Menolong: Gagasan, Sikap dan Refleksi Seorang Wakil Rakyat”.

Buku yang merupakan refleksi perjalanan karirnya sebagai wakil rakyat itu dibedah berbarengan dengan grand opening restoran “Cikilus” yang berada di Jalan Jawa, daerah kampus, Jember, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam bedah buku tersebut, Sarmuji yang merintis karir sebagai aktivis mahasiswa di Universitas Jember (Unej) ini mengungkap makna personal di balik judul buku yang ia tulis.

“Jadi judul dari buku ‘Kekuasaan yang Menolong’ itu merupakan terjemahan dari nama anak saya, Sulthana Nashir. Ini menjadi refleksi sekaligus pengingat bagi saya dan kita semua, bahwa kekuasaan itu harus menolong, baik diri kita sendiri maupun orang lain. Untuk membawa kepada kebaikan,” tutur Sarmuji yang hadir didampingi sang istri, Luluk Maqnuniah.

Diketahui, Muhammad Suntojoyo Sulthana Nashir merupakan anak dari Sarmuji dan Luluk yang meninggal pada 29 September 2024, setelah berjuang menghadapi penyakit leukemia.

Dalam peluncuran buku tersebut, Sarmuji menjelaskan bahwa gagasan utama bukunya lahir dari motivasi awal saat dirinya terjun ke dunia politik pada 2007, bertepatan dengan kelahiran anak pertamanya.

Ia mengaku sengaja menanamkan niat perjuangan politiknya melalui keluarga, khususnya sang anak, sebagai pengingat agar kekuasaan selalu digunakan untuk membantu masyarakat.

“Setiap hari ketika melihat anak saya, saya seperti diingatkan kembali tujuan awal masuk politik, yakni menjadi kekuatan yang menolong,” ujar Sarmuji.

Menurut dia, keluarga menjadi fondasi moral yang menjaga arah perjuangan politiknya agar tidak melenceng dari idealisme awal.

Bagi Sarmuji, politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana menghadirkan manfaat nyata bagi publik.

Ia menilai, nilai-nilai personal yang kuat sangat penting agar seorang politisi tetap memiliki orientasi pelayanan di tengah kerasnya dinamika politik nasional.

Selain menyoroti motivasi personal, Sarmuji juga mengakui bahwa perjalanan politik selalu dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara idealisme dan realitas kekuasaan.

Menurutnya, jarak antara cita-cita dan kenyataan justru menjadi alasan utama bagi seorang wakil rakyat untuk terus berjuang memperbaiki keadaan.

Peluncuran buku tersebut berbarengan dengan pembukaan cabang baru dari Restoran Cikiluks yang sebelumnya telah hadir dan berpusat di Malang.

“Saya lihat harganya juga cukup terjangkau. Semoga Cikiluks ini bisa membantu teman-teman kita yang berjuang mencari nafkah,” papar pria yang juga Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) ini.