Logo

Sensasi Pedas Gurih Becek Mentok dan Belut Rica di Warung Pak To Tuban

Reporter:,Editor:

Minggu, 03 May 2026 05:00 UTC

Sensasi Pedas Gurih Becek Mentok dan Belut Rica di Warung Pak To Tuban

Becek mentok dan belut rica menu andalan yang disediakan di warung Pak To Dusun Winong, Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Foto: Zidni Ilman.

JATIMNET.COM, Tuban - Di tengah maraknya kafe dan restoran modern, sebuah warung sederhana di pelosok Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, justru ramai dikunjungi.  

Warung makan Pak To yang berada di Dusun Winong ini menjadi tujuan banyak orang, meski lokasinya jauh dari pusat kota.

Secara tampilan, warung ini sangat sederhana. Bangunannya hanya berupa gubuk beratap asbes dengan meja dan kursi kayu seadanya. Namun, rasa makanan dan suasana di sekitarnya cukup nyaman.

Beberapa pohon bagor dan siwalan yang tumbuh di sekitar warung membuat tempat ini terasa teduh dan sejuk. Apalagi, saat angin berembus pelan di siang hari.

Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Mereka tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana desa yang masih asri.

Putri, salah satu pengunjung asal Kecamatan Jenu mengaku sengaja datang bersama teman-temannya karena penasaran dengan rasa masakan di warung tersebut.

“Tempatnya sederhana, tapi enak buat kumpul. Apalagi suasananya juga adem,” ujarnya Minggu, 3 Mei 2026.

Selain suasana, menu yang ditawarkan juga menjadi alasan utama warung ini ramai. Olahan belut dan mentok menjadi andalan.

Becek mentok yang berkuah kental berbumbu rempah santan dengan rasa gurih, serta belut rica dan lele yang pedas cukup diminati pelanggan.

Pemilik warung, Kartini mengatakan, sejak membuka usaha pada 2019, ia hanya fokus menjaga rasa masakan agar tetap konsisten.

“Saya nggak pakai promosi apa-apa. Yang penting rasanya dijaga,” katanya.

Cara tersebut ternyata cukup efektif. Banyak pelanggan datang karena rekomendasi dari orang lain. Dari mulut ke mulut, Warung Pak To semakin dikenal hingga luar daerah.

Dalam sehari, warung ini mampu menghabiskan sekitar 15 hingga 20 kilogram belut dan 15 hingga 20 ekor mentok. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya permintaan, meski warung ini tergolong usaha kecil.

Menariknya, harga makanan di sini masih terjangkau. Satu porsi dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp25 ribu. Hal ini membuat warung ini bisa dijangkau berbagai kalangan.

Namun, tingginya jumlah pengunjung juga menjadi tantangan. Tidak jarang makanan sudah habis sebelum jam tutup. Warung yang buka pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini sering kali sudah kehabisan menu sebelum pukul 14.00 WIB.

“Kalau ke sini, sebaiknya sebelum jam dua siang biar nggak kehabisan,” ujar Kartini.

Di satu sisi, hal ini membuat warung semakin diminati. Namun di sisi lain, ada juga pengunjung yang kecewa karena tidak kebagian.

Selain menjual makanan, warung ini juga menyediakan minuman khas Bumi Wali--julukan Kabupaten Tuban.

Kehadiran minuman tradisional tersebut di satu sisi juga menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

Secara keseluruhan, Warung Pak To menunjukkan bahwa usaha sederhana tetap bisa berkembang. Kuncinya ada pada rasa yang konsisten, harga yang terjangkau, dan suasana yang nyaman.

Di bawah rindangnya pohon bagor dan siwalan, warung ini menjadi bukti bahwa tempat makan tidak harus mewah untuk bisa menarik banyak orang. Kadang, justru kesederhanaan dan keaslian yang membuatnya lebih diminati.