Logo

Dialog dengan DPD Golkar Jatim, Ini Aspirasi dari Komunitas Gereja

Reporter:,Editor:

Selasa, 05 May 2026 11:00 UTC

Dialog dengan DPD Golkar Jatim, Ini Aspirasi dari Komunitas Gereja

Suasana pelaksanaan dialog antara DPD Partai Golkar Jatim dengan komunitas gereja se-Jatim, Selasa, 5 Mei 2026. Foto: Januar.

JATIMNET.COM, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur (Jatim) terus memperluas jaringan politik dengan merangkul berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya, melalui dialog bersama komunitas gereja dari kabupaten/kota se-Jatim, Selasa, 5 Mei 2026.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi menegaskan bahwa forum ini menjadi bagian dari upaya membangun politik yang lebih inklusif. Selain itu, memastikan aspirasi masyarakat lintas kelompok terserap secara langsung.

“Ini adalah ruang sambung rasa dan sambung pikiran. Kami ingin mendengar langsung dinamika yang dihadapi komunitas gereja, sekaligus memastikan mereka memiliki akses yang sama dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Menurutnya, masukan yang disampaikan oleh komunitas gereja akan dipetakan berdasarkan kewenangan partai. Entah melalui jalur legislatif maupun koordinasi dengan pemerintah daerah untuk tindak lanjutnya.

“Kami tidak ingin berhenti pada mendengar. Yang paling penting adalah bagaimana aspirasi ini bisa ditindaklanjuti menjadi solusi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, isu pendidikan mencuat sebagai perhatian utama. Perwakilan dari Kabupaten Jombang, Debrina Puspita, menyoroti kondisi sarana dan prasarana sekolah YBPK yang dinilai belum memadai.

Ia mengungkapkan, sejumlah bangunan sekolah sudah berusia tua dan mengalami kerusakan. Namun, belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Kondisi ini tentu berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar mengajar. Kami berharap ada intervensi nyata agar fasilitas pendidikan menjadi lebih layak,” katanya.

Selain pendidikan, peserta juga menyampaikan berbagai persoalan layanan publik di daerah. Mulai dari akses administrasi hingga pemerataan program pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Forum ini sekaligus menjadi cerminan bahwa masih terdapat celah dalam distribusi layanan publik yang lebih merata dan inklusif, terutama bagi komunitas tertentu.

Sementara itu, Pendeta Bayu yang mewakili Sekretaris Umum PGLI Jawa Timur mengapresiasi langkah Golkar Jatim yang membuka ruang dialog tersebut. Ia menilai forum ini menjadi jembatan penting dalam membangun komunikasi antara komunitas keagamaan dan partai politik.

“Forum ini sangat berarti bagi kami, karena menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini belum tersalurkan secara optimal,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun tidak berhenti pada satu pertemuan, melainkan berlanjut dalam forum koordinasi yang lebih intensif dan berkelanjutan.

“Kami berharap ini menjadi awal kolaborasi yang konkret, sehingga aspirasi yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti,” pungkasnya.