Sabtu, 09 May 2026 08:30 UTC

Sekjen DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji saat menghadiri diskusi dan peluncuran buku karyanya di Restoran Cikiluks, Jember, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Foto: Adi
JATIMNET.COM, Jember – Sekjen DPP Partai Golkar Sarmuji menegaskan bahwa perjuangan politik sejati terletak pada upaya terus-menerus mendekatkan realitas kepada idealisme.
Dalam refleksinya sebagai wakil rakyat, Sarmuji menyebut dunia politik selalu menghadirkan jarak antara harapan dan kenyataan.
Namun, menurut dia, selisih tersebut bukan alasan untuk menyerah, melainkan ruang perjuangan yang harus diisi oleh para politisi.
“Selalu ada jarak antara idealitas dan realitas. Justru karena ada selisih itu, kita harus terus berjuang,” ujarnya, saat meluncurkan buku berjudul “Kekuasaan yang Menolong: Gagasan, Sikap dan Refleksi Seorang Wakil Rakyat” di Restoran Cililuks, Jember pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Sarmuji menilai, wakil rakyat harus mampu beradaptasi dengan dinamika politik tanpa kehilangan orientasi utama untuk melayani masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip moral dan tujuan awal ketika memasuki dunia politik agar tidak terjebak dalam pragmatisme semata.
Refleksi tersebut juga menjadi bagian penting dalam buku “Kekuasaan yang Menolong”, yang merekam gagasan serta perjalanan politiknya selama beberapa periode di parlemen.
Dalam buku setebal 238 halaman tersebut, pria yang juga Ketua Umum DPP Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) itu menuliskan berbagai topik yang ia alami selama tiga periode berturut-turut menjadi wakil rakyat di tingkat pusat. Mulai dari sistem demokrasi, hingga penataan BUMN dan kaitannya dengan Danantara.
“Parlemen adalah ruang dialektika, di mana berbagai kepentingan bertemu, diperdebatkan dan dirumuskan menjadi keputusan yang mengikat seluruh rakyat. Namun saya menyadari, tidak semua kerja dan pergulatan di parlemen dapat tertangkap secara utuh oleh publik. Buku ini menjadi salah satu cara saya untuk membuka sebagain proses berpikir, sikap dan pandangan saya atas berbagai persoalan kebangsaan,” tutur pria yang kini duduk di Komisi XI DPR RI itu.
Penulisan buku ini apresiasi dari dua penanggap dalam bedah buku tersebut. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Prof KH Abdul Halim Soebahar menilai, apa yang dilakukan Sarmuji dengan meluncurkan buku refleksi, merupakan tradisi keilmuan yang baik. Hal senada juga disampaikan oleh Prof Zainuri, guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB Unej). “Beliau murid saya yang cukup produktif berkarya untuk bangsa,” ujar Zainuri.
Sementara itu, penanggap ketiga, yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim menyoroti tentang produk legislasi DPR RI yang dalam beberapa waktu terakhir masih menjadi kontroversi.
“Seperti dalam UU Minerba terbaru, ada pasal-pasal yang menyedihkan. Misal, ada para pihak yang mencoba menghalangi kegiatan pertambangan, itu bisa dipidana. Bayangkan, kalau misalkan kegiatan pertambangan itu mengganggu lingkungan, lalu warga protes, dan itu dianggap mengganggu kegiatan pertambangan,” tutur wartawan senior ini.
