Logo

Wagub Jatim Kirim Kadinkes Selidiki Kasus Keracunan Usai Santap MBG

Reporter:,Editor:

Senin, 11 May 2026 09:30 UTC

Wagub Jatim Kirim Kadinkes Selidiki Kasus Keracunan Usai Santap MBG

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak saat diwawancarai. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bergerak cepat merespons dugaan keracunan massal yang menimpa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah di Surabaya usai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 11 Mei 2026.

Emil memastikan Dinas Kesehatan Jawa Timur langsung diterjunkan guna menyelidiki penyebab insiden tersebut, termasuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Saat ini, Kepala Dinkes Jatim, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD-KPTI., FINASIM, MARS, telah dikirim Pemprov Jatim untuk memimpin penyelidikan.

“Bentar, Prof. Erwin lagi ngecek, Kadinkes lagi ngecek bagaimana pertama penanganan dan situasinya. Jadi mohon waktu, hari ini juga kami akan berikan informasi yang terbaru terkait hal ini,” ujar Emil saat dikonfirmasi di Gedung DPRD Jatim.

Insiden ini melibatkan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP yang mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah menyantap menu MBG dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

BACA: Diduga Usai Santap MBG, Ratusan Siswa di Surabaya Keracunan 

Mayoritas korban langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya, sementara sebagian lainnya dirawat di sekolah masing-masing.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg Tyas Pranadani, menyebut hampir seluruh siswa penerima makanan dari dapur tersebut mengeluhkan gejala serupa.

“Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh. Hampir semuanya mengeluh,” ujarnya.

Tyas mengungkapkan menu pada hari kejadian berbeda dari biasanya karena terdapat lauk daging yang diduga menjadi salah satu penyebab awal.

“Kalau dari pantauan kami dan dari laporan guru-guru, biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya,” katanya.

BACA: SPPG Terancam Disanksi Jika Terbukti Penyebab Keracunan Massal MBG di Surabaya

Saat ini, sampel makanan telah diamankan dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya untuk diuji bersama Dinas Kesehatan.

Pemerintah juga menghentikan sementara distribusi makanan dari dapur SPPG terkait guna mencegah meluasnya korban.

Selain investigasi teknis, Pemprov Jatim juga menegaskan akan mengevaluasi penuh operasional SPPG. Jika terbukti terjadi kelalaian, pengelola dapur MBG terancam dikenai sanksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah evaluasi tersebut dinilai penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program nasional MBG.