Lebaran Ketupat, Pembuat Tempe Malang Genjot Produksi

Dyah Ayu Pitaloka

Minggu, 9 Juni 2019 - 09:04

JATIMNET.COM, Malang – Pembuat tempe di sentra tempe Sanan Malang, menambah produksi untuk tempe basah, dari 2 kwintal menjadi 2,5 kwintal menjelang lebaran ketupat. Warga di Malang sering merayakan lebaran ketupat sepekan setelah 1 Syawal tiba.

“Kalau tempe untuk lauk produksinya kan turun selama puasa, minggu ini diprediksi naik lagi, karena ada lebaran ketupat,’ kata Yono, perajin tempe Jalan Sanan 65, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu 9 Juni 2019.

Menurutnya, warga banyak mencari tempe untuk dimasak sebagai lauk selama lebaran ketupat. Pemudik juga banyak yang membeli tempe mentah, untuk dijadikan oleh-oleh dari Malang, saat balik.

“Permintaan tempe basah bisa tinggi selama seminggu. Kalau biasanya penjual tempe basah bisa sampai siang di pasar, sekarang pagi udah pulang, tempenya sudah habis,’ katanya.

BACA JUGA: Cara Membuat Ketupat yang Lezat

Sehari-hari, Yono membutuhkan 4,5 kwintal kedelai. 2,5 kwintal digunakan untuk membuat tempe mentah bahan keripik, sedangkan sisanya untuk tempe basah.

Menjelang lebaran ketupat, Yono menambah 50 kilogram kedelai untuk tempe basah. “Kemampuan saya tak bisa lebih dari 4,5 kwintal sampai 5 kwintal kedelai, karena tidak ada tenaga dan tempatnya,” kata pembuat tempe dengan tiga pekerja itu.

Ia menjelaskan, dengan tenaga dan tempat yang ada saat ini, produksi tempe basah memakan waktu tiga hingga empat hari, dari mengolah kedelai hingga siap jual di pasar. “Jadi kalau mau jual Kamis, ya buatnya sejak Senin,” terangnya.

Ia juga membeli tempe basah dari pembuat tempe lain, untuk disalurkan ke pedagang tempe basah yang sering mengambil tempe dari tempatnya.

BACA JUGA: Begini Membuat Sambal Pelengkap Ketupat

Pedagang tempe menurutnya berasal dari berbagai pasar besar dan pasar kecil atau pasar krempyeng, di sekitar Kota Malang.

Baca Juga

loading...