Kurangi Impor BBM, Pemerintah Segerakan Pengembangan B100 dari Sawit

David Priyasidharta

Kamis, 9 Mei 2019 - 09:23

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah akan menyegerakan pengembangan Biodiesel 100 persen (B100) dari Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit untuk mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil. Pada akhirnya, langkah ini dapat mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana pada Diskusi Road Test B100 di Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Kementerian Pertanian, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 8 Mei 2019 siang. Kunjungan ini merupakan bentuk keseriusan Balitbang ESDM dalam mendukung program B100.

"Masih ada keraguan dari khalayak luas atas penerapan B100 ini mengingat B20 masih dalam tahapan (implementasi), namun pengujian dan riset B100 ini tidak terlalu cepat, pengujian dan penggunaan B100 ini perlu disegerakan", ungkap Dadan dalam laman Kementerian ESDM.

BACA JUGA: Penerapan Biodiesel B20 Kurang Direspon Pelaku Usaha

Menurutnya, uji biodiesel ini bukan semata-mata langsung diujicobakan pada kendaraan, namun telah melewati proses pengujian sebelumnya dengan standar internasional dan standar otomotif serta dikawal berbagai pihak antara lain Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI), Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Pertamina.

"Segera kami akan mulai uji jalan untuk B30 terlebih dahulu 40.000 kilometer pada kendaraan bermotor," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjri Djufri menyampaikan B100 yang berasal dari minyak sawit mentah ini telah dianalisa di Laboratorium Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS" dengan hasil telah memenuhi spesifikasi Biodiesel SNI 7182-2015.

"Alhamdulillah hasil uji mutu Biodisesel CPO yang dilakukan Balittri di Laboratorium Puslitbangtek "LEMIGAS" telah memenuhi spesifikasi Biodiesel SNI 7182-2015," tutur Fadjri.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan soft launching B100 dari CPO.

BACA JUGA: Pemerintah Lelang WK Migas West Ganal dan West Kaimana

"Kami di Kementerian Pertanian sejak tahun 2013 telah beberapakali melakukan uji coba B100 pada kendaraan bermotor, Menteri Pertanian pada bulan lalu bahkan telah menggelar soft lauching dan uji coba perdana B100 dari CPO", pungkas Fadjri.

Ke depannya, pengujian konsorsium melibatkan Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS", Badan Litbang Pertanian dan Balai Teknologi Termodinamika Motor dan Propulsi (BT2MP)-BPPT. Koordinasi dan kerja sama antara Badan Litbang ESDM dengan Balittri Kementerian Pertanian ini diharapkan menjadi katalis penggunaan biodiesel pada kendaraan bermotor di Indonesia.

Dalam kunjungan kali ini, Kepala Badan Litbang ESDM didampingi Kepala Puslitbangtek Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) dan Kepala Puslitbangtek Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS", Perwakilan Direktorat Jenderal EBTKE serta Kepala Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Desain, Ari Rahmadi, Wakil Sekretaris Jenderal APROBI, Sikin Hutomo, dan Komite Teknis Bioenergi Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI), Iman K. Reksowardojo.

Baca Juga

loading...