Pemerintah Lelang WK Migas West Ganal dan West Kaimana

David Priyasidharta

Rabu, 8 Mei 2019 - 11:31

JATIMNET.COM, Jakarta - Pemerintah telah melelang lima Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tahap I Tahun 2019 dengan mekanisme Lelang Reguler yang dilaksanakan mulai 25 Februari 2019 sampai dengan 25 April 2019.

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan dari lima WK Migas tersebut, empat WK diminati berbagai perusahaan. Hal ini menunjukkan masih diminatinya investasi sektor hulu migas Indonesia, terutama dengan diterapkannya skema bagi hasil gross split.

"Dari lima blok yang kami tawarkan (WK Anambas, WK West Ganal, dan WK West Kaimana, WK Selat Panjang dan WK West Kampar), empat diminati oleh beberapa perusahaan," kata Arcandra usai mengumumkan Pemenang Penawaran WK Migas Tahap I Tahun 2019, Selasa 7 Mei 2019.

BACA JUGA: Lelang WK Migas Tahap I 2019 Ramai Peminat

Namun demikian, ada satu blok yaitu West Kampar yang membutuhkan waktu lebih untuk mengevaluasi. "Karena ini waktunya singkat yakni dua bulan, karena membutuhkan waktu lebih kita akan tender ulang," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Arcandra, akan segera kembali melelang dua WK Migas, yaitu West Ganal serta West Kaimana. Dan seperti pemenang-pemenang lelang lainnya, pemerintah berharap akan mendapatkan penawaran lebih tinggi dari yang ditawarkan pemerintah.

"Selain akan melelang dua blok, WK West Ganal dan WK West Kaimana, Pemerintah juga akan melelang beberapa blok WK Migas lainnya. Semoga dalam lelang tahap II nanti yang dua tadi sudah bisa ditentukan pemenangnya, jadi mohon bersabar, besok akan kita lelang, " lanjut Arcandra.

BACA JUGA: SKK Migas Identifikasi Cadangan Migas Raksasa

Arcandra mengatakan iklim investasi migas Indonesia khususnya di sektor hulu menunjukkan tren yang menarik bagi investor terutama sejak mulai diberlakukannya skema bagi hasil gross split.

Perubahan sistem kontrak ke gross split merupakan kebutuhan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain dalam menarik investor.

Dengan sistem gross split di mana proses administrasinya lebih sederhana, biaya investasi efisien dan regulasi yang memberi kepastian, mampu meningkatkan kepercayaan dan keyakinan investor terhadap iklim investasi migas di Indonesia.

BACA JUGA: Gross Split Mulai Diminati Investor Migas

Tercatat selama 2017-2018, sebanyak 14 wilayah kerja migas berhasil dilelang dengan sistem gross split. Kemudian sejumlah blok-blok migas terminasi yang telah dilakukan perpanjangan kontrak juga menerapkan gross split.

Tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Indonesia juga dapat dilihat dari komitmen mereka untuk membayar komitmen kerja pasti (KKP) dan signature bonus yang menjadi bagian dari sistem gross split.

Dari seluruh kontrak blok migas yang menggunakan gross split telah terkumpul dana KKP senilai Rp 31,5 triliun dan signature bonus sebesar Rp 13,4 triliun.

Baca Juga

loading...