Logo

‎Lawan Intoleransi dan Hoaks, MUI Kota Probolinggo Bekali Pelajar Literasi Digital

Reporter:,Editor:

Sabtu, 01 August 2026 11:59 UTC

‎Lawan Intoleransi dan Hoaks, MUI Kota Probolinggo Bekali Pelajar Literasi Digital

Seminar Moderasi Beragama yang dihelat MUI Kota Probolinggo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo terus memperkuat upaya membangun karakter generasi muda yang moderat dan cinta kebinekaan. Salah satunya melalui Seminar Moderasi Beragama yang membekali pelajar dengan wawasan toleransi serta literasi digital sebagai benteng menghadapi penyebaran hoaks, intoleransi, dan paham ekstrem di era media sosial.

Seminar bertajuk "Menyemai Toleransi, Merawat Kebhinekaan: Peran Pelajar Kota Probolinggo sebagai Agen Pelopor Moderasi Beragama" itu digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo, Sabtu, 1 Agustus 2026. Sebanyak 88 pelajar dari 44 SMA, SMK, dan MA se-Kota Probolinggo mengikuti kegiatan tersebut. Setiap sekolah mengirimkan dua orang perwakilan.

Melalui kegiatan ini, MUI Kota Probolinggo berupaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat sikap toleransi, serta membangun karakter pelajar agar mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Seminar dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budi Wirawan, yang hadir mewakili Wali Kota Probolinggo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa sehingga harus dibekali karakter religius, nasionalisme, dan kemampuan berpikir kritis.

"Pelajar memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus bangsa. Mereka harus dibekali karakter religius, nasionalis, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu menjadi agen perdamaian, bukan penyebar kebencian. Pemerintah Kota Probolinggo mendukung penuh upaya MUI dalam membangun budaya toleransi sejak usia sekolah," ujar Budi Wirawan.

BACA: ‎ MUI Kota Probolinggo Dorong Patroli Malam dan Penerangan Jalan untuk Cegah Begal 

Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama MUI Kota Probolinggo, Ustadz Husein, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari komitmen MUI untuk memperluas penguatan moderasi beragama di kalangan pelajar melalui pendekatan yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai toleransi, cinta tanah air, dan sikap saling menghormati sejak dini. Pelajar diharapkan menjadi pelopor moderasi beragama di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat," katanya.

Dalam sesi materi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Wakil Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, KH Ahmad Hudri, menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dalam menjalankan ajaran agama dengan mengedepankan keadilan, keseimbangan, penghormatan terhadap perbedaan, serta komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pelajar harus menjadi generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara kesalehan spiritual, kesalehan sosial, dan komitmen kebangsaan. Moderasi beragama adalah ikhtiar menjaga agama sekaligus menjaga Indonesia," tegas Hudri.

Ia juga mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di era digital menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, pelajar harus memiliki kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun paham ekstrem yang berpotensi memecah persatuan.

BACA: MUI Kota Probolinggo Gandeng UNUJA Perkuat Tata Kelola Jurnal Ilmiah Bereputasi 

Sementara itu, materi literasi digital disampaikan oleh pendidik sekaligus pegiat literasi digital, Resty Lian Perdasari. Ia mengajak peserta memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan pesan positif, memperkuat persaudaraan, dan membangun ruang digital yang sehat.

"Jadilah pelajar yang tidak mudah terprovokasi. Verifikasi setiap informasi sebelum membagikannya, karena literasi digital merupakan bagian penting dari upaya menjaga kerukunan dan mencegah konflik sosial," ujar Resty.

Seminar berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara menjaga toleransi di lingkungan sekolah, etika bermedia sosial, hingga strategi membangun komunikasi lintas agama di kalangan generasi muda.

Sebagai penutup, seluruh peserta membacakan Deklarasi Pelajar Kota Probolinggo sebagai Duta Toleransi dan Pelopor Moderasi Beragama. Deklarasi tersebut memuat empat komitmen utama, yakni menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila, memperkuat toleransi antarumat beragama, menjadi duta moderasi beragama di lingkungan masing-masing, serta menolak intoleransi, radikalisme, dan perundungan.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen para pelajar untuk mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya selama mengikuti seminar.

MUI Kota Probolinggo berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang religius, moderat, cinta tanah air, serta mampu menjaga kebinekaan sebagai fondasi persatuan bangsa.