Minggu, 14 June 2026 11:35 UTC

MUI Kota Probolinggo dan UNUJA menggelar workshop penguatan tata kelola jurnal ilmiah bereputasi di Paiton. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo terus mendorong penguatan budaya akademik dan publikasi ilmiah yang berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Bereputasi yang digelar bersama Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton di kampus setempat, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Juni 2026, itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola jurnal ilmiah secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Workshop tersebut diselenggarakan oleh Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kota Probolinggo bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid. Peserta berasal dari unsur Komisi Penelitian dan Pengkajian serta Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kota Probolinggo yang diproyeksikan menjadi pengelola jurnal ilmiah MUI.
Mereka terdiri atas akademisi, dosen, peneliti, pegiat literasi, hingga praktisi publikasi ilmiah dari berbagai perguruan tinggi di Probolinggo dan sekitarnya.
Ketua Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kota Probolinggo, KH Hefny, menegaskan bahwa tata kelola jurnal yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas publikasi hasil penelitian.
BACA: Pemkot Probolinggo Hidupkan Lomba Foto Kuno, Dorong Wisata Sejarah Berbasis Arsip
“Jurnal ilmiah merupakan instrumen penting dalam diseminasi hasil penelitian. Oleh karenanya, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional agar mampu menghasilkan publikasi yang kredibel, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemaslahatan umat,” ujarnya, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, jurnal ilmiah tidak hanya berfungsi sebagai wadah publikasi hasil riset, tetapi juga menjadi sarana membangun tradisi akademik yang berintegritas dan berorientasi pada kemanfaatan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid, Prof. Hasan Baharun, menyambut positif kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan tersebut. Ia menilai kerja sama seperti ini penting untuk memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang kuat. Melalui kerja sama ini, kita berharap kualitas publikasi ilmiah semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
BACA: Unusa Kembangkan Unit Donor ASI yang Dilengkapi Pencatatan Mahram Digital
Selama workshop berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi strategis terkait pengelolaan jurnal ilmiah modern. Materi yang diberikan mencakup tata kelola jurnal berbasis Open Journal System (OJS), manajemen editorial dan peer review, etika publikasi ilmiah, strategi peningkatan akreditasi jurnal, hingga indeksasi nasional dan internasional.
Panitia juga menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman dalam mengelola jurnal terakreditasi nasional maupun jurnal yang telah terindeks secara internasional.
Selain mengikuti sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan kesempatan praktik langsung, diskusi kelompok, serta pendampingan teknis guna memperkuat kemampuan dalam mengelola jurnal secara profesional.
Melalui kegiatan tersebut, MUI Kota Probolinggo juga mematangkan persiapan peluncuran layanan penerbitan jurnal ilmiah yang saat ini sedang dikembangkan.
Sedikitnya lima jurnal berbasis Open Journal System (OJS) tengah dipersiapkan, yakni Journal of Religion and Social Dynamics, Journal of Applied Mechanical System and Manufacturing, Journal of Education and Culture, Journal of Advanced Intelligent System, serta Journal of Social Transformation and Community Service.
MUI Kota Probolinggo dan Universitas Nurul Jadid berharap kolaborasi ini mampu melahirkan pengelola jurnal yang kompeten sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga keagamaan, dan komunitas akademik.
Melalui sinergi tersebut, keduanya optimistis dapat mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang inovatif, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan bangsa.
