Logo

Kabut Pagi Selimuti Surabaya, BMKG: Peringatkan Angin Kencang hingga September

Dipicu Kelembapan Tinggi, Waspadai Jarak Pandang
Reporter:,Editor:

Selasa, 04 August 2026 06:35 UTC

<span style="margin-left:0cm; margin-right:0cm">Kabut Pagi Selimuti Surabaya, BMKG: Peringatkan Angin Kencang hingga September</span>

Kondisi Kota Surabaya terlihat berkabut saat pagi, Selasa, 4 Agustus 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan penyebab munculnya kabut yang menyelimuti wilayah Surabaya pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026. Fenomena tersebut dipicu tingginya kelembapan udara setelah langit Surabaya dan Sidoarjo didominasi awan pada malam sebelumnya.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi, menegaskan kabut yang muncul bukan merupakan indikasi perubahan cuaca ekstrem. Menurutnya, kondisi atmosfer saat ini memang mendukung pembentukan kabut pada pagi hari.

"Karena kelembapannya cukup tinggi. Semalam kondisi di Surabaya dan Sidoarjo berawan, makanya pagi ini sedikit berkabut," kata Rendy saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Selain kemunculan kabut, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peningkatan kecepatan angin yang menjadi ciri khas musim kemarau. Intensitas angin diperkirakan semakin meningkat seiring wilayah Jawa Timur memasuki puncak musim kemarau.

"Memang khas musim kemarau. Saat ini sudah mendekati puncaknya, sehingga kecepatan angin akan meningkat terutama pada siang hingga malam hari," ujarnya.

Rendy menjelaskan, kondisi angin yang bertiup lebih kencang diperkirakan masih akan berlangsung hingga menjelang masa pancaroba atau peralihan musim yang umumnya terjadi pada September.

"Hingga mendekati masa peralihan di September nanti," katanya.

Sementara itu, peluang munculnya kabut pada pagi hari masih terbuka dalam beberapa hari mendatang. Menurut BMKG, kondisi tersebut bergantung pada tingkat kelembapan udara yang tetap tinggi serta cuaca malam yang masih didominasi awan.

"Masih berkemungkinan terjadi dalam dua sampai tiga hari ke depan," ujar Rendy.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama pengendara, agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas pada pagi hari apabila kabut mengurangi jarak pandang. Nelayan dan pengguna kendaraan roda dua juga diminta lebih berhati-hati karena angin diperkirakan bertiup lebih kencang pada siang hingga malam hari.