KPUD Coret Dua WNA yang Masuk DPT

Gayuh Satria Wicaksono
Gayuh Satria Wicaksono

Jumat, 8 Maret 2019 - 17:36

JATIMNET.COM, Ponorogo – Isu masuknya sejumlah warga negara asing (WNA) dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) mendapat respon dari KPUD Ponorogo. Sebab di Kota Reog tersebut terdapat dua warga negara asing yang sudah lama menetap dan masuk dalam daftar DPT.

“Saat ini sudah kami coret secara manual dua WNA yang ada di PPS dan kodenya berubah menjadi 60 yaitu TMS (Tidak Memenuhi Syarat) karena WNA,” kata Komisioner KPUD Ponorogo Divisi Data, Munajat, Jumat 8 Maret 2019.

Dia menerangkan saat ini terdapat dua WNA, yakni HS (62) asal Korea Selatan dan WP (54) asal Thailand yang masuk DPT. HS terdaftar dalam pemilih di TPS 004, Kelurahan Ngebel, Kecamatan Ngebel sedangkan WP tercatat di TPS 011 Kelurahan Jenangan, Kecamatan Jenangan.

BACA JUGA: Dispendukcapil Ponorogo Buka Perubahan Kolom Agama di KTP

Meskipun demikian, ketika data tersebut dicek melalui aplikasi gawai “KPU RI” keduanya masih terdaftar dalam DPT. Hal ini, lanjut Munajat, karena WNA tersebut sudah lama menetap di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Sehingga ada kekeliruan dalam penetapan DPT.

Di saat yang sama, Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo Juwaini menambahkan ada kemungkinan terjadi kesalahan pada waktu petugas coklit mendata DPT. Hal ini karena WNA yang sudah lama tinggal di Indonesia bisa memiliki NIK dan e-KTP.

Saat ini Bawaslu Ponorogo terus melakukan perbaikan data DPT dan bekerja sama dengan KPUD, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemkab Ponorogo agar tidak terjadi kesalahan kembali.

“Kami terus berkoordinasi dengan Dispendukcapil Ponorogo masalah data kependudukan WNA yang memiliki e-KTP dan Bawaslu Provinsi Jatim,” pungkasnya.

BACA JUGA: KPUD Ponorogo Mulai Lakukan Pelipatan Kertas Suara

Adapun data dari Dispendukcapil menjelaskan bahwa di Ponorogo terdapat enam WNA yang berasal dari Australia dan beberapa negara Asia lainnya. Namun hanya dua nama yang sempat masuk DPT, kendati sudah dicoret KPUD Ponorogo.

Dari keenam WNA tersebut hanya lima WNA yang punya KTP elektronik, sedangkan satu WNA belum memiliki karena belum melakukan perekaman.

“Para WNA ini sudah lima tahun lebih menetap di Ponorogo. Mereka juga bukan pekerja migran, dan sudah memiliki KITAP (kartu izin tinggal tetap),” Kata Sekretaris Dispendukcapil Heru Purwanto saat ditemui di Kantornya, Jumat 8 Maret 2019.

Baca Juga

loading...