Korban Mutiliasi yang Dibuang di Blitar Dimakamkan di Kediri

Hari Istiawan

Kamis, 4 April 2019 - 13:13

JATIMNET.COM, Kediri – Korban mutilasi, Budi Hartanto (28) yang mayatnya dibuang di Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dimakamkan keluarganya di makam umum Kelurahan Tamanan, Kota Kediri.

"Jenazah dimakamkan setelah dipastikan dari hasil pemeriksaan medis ada kecocokan. Keluarga sudah memutuskan untuk memakamkannya,” kata Lurah Tamanan Yahya, Kamis 4 April 2019.

Ia mengungkapkan, keluarga juga masih terpukul dengan kejadian yang menimpa Budi Hartanto tersebut. Keluarga berharap polisi secepatnya mengungkap kasus tersebut.

BACA JUGA: Sesosok Mayat di Dalam Koper Ditemukan di Blitar

Pamam korban, Nasuka juga membenarkan kalau jenazah keponakannya tersebut sudah dimakamkan. "Sudah dimakamkan dini hari tadi," kata Nasuka.

Sebelumnya jenazah Budi diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar. Jenazah ditemukan di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu 3 April 2019 pagi di dalam koper.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tanpa busana. Bahkan, anggota tubuh bagian kepala juga dimutilasi. Hingga Rabu malam, polisi juga masih berupaya mencari anggota tubuh korban termasuk barang bukti pendukung lainnya.

BACA JUGA: Mayat Dalam Koper Itu Seorang Guru Tari

Proses autopsi berlangsung hingga Rabu malam. Setelah selesai dilakukan autopsi, jenazah langsung dibawa keluarga di rumah duka, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dan dimakamkan pada Kamis dini hari.

Proses pemakaman itu juga diikuti keluarga, tetangga, termasuk teman-teman korban. Dalam aktivitas sehari-hari, korban merupakan tenaga honorer di SD Kota Kediri termasuk guru menari di sebuah sanggar Kota Kediri.

BACA JUGA: Mayat Dalam Koper Diduga Warga Kediri

Para tetangga dan murid-murid dari almarhum juga kaget dengan kejadian itu. Mereka tidak menyangka Budi yang dikenal sebagai sosok baik,ramah, ceria meninggal dengan cara tragis. Hingga kini, pentakziah juga terus memadati rumah keluarga almarhum.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Blitar AKP Heri Sugiono mengungkapkan dalam menyelidiki kasus ini juga meminta bantuan dari Polda Jatim. Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. "Proses penyelidikan masih terus berlangsung," ujar Heri. (ant)

Baca Juga

loading...