Restu C Widari

Rabu, 7 April 2021 - 12:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2020. Penghargaan tersebut diserahkan di Gedung Grahadi, Selasa 6 April 2021 malam.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat kepada bupati dan wali kota yang telah menerima penghargaan. Selain keselamatan kerja, salah satu keberhasilan kabupaten dan kota adalah konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Matur nuwun sanget. Terutama yang sudah mendapatkan penghargaan sanitasi secara nasional. Format PHBS memang harus terus kita bangun,” kata Khofifah, Selasa 6 April 2021.

Di momen itu, dia juga berterima kasih kepada seluruh bupati dan wali kota yang telah memecahkan persoalan dari pembangunan multi kompleks kabupaten maupun kota yang tersebar se-Jatim. Dia berharap sinergitas dan kolaborasi antar elemen dapat terus berjalan lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Terima Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah dari KLHK

“Matur nuwun sudah bersama-sama membangun sinergitas dan kolaborasi antara elemen satu dengan yang lain. Sekali lagi matur nuwun,” ia menuturkan.

Sementara, usai menerima penghargaan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bersama jajaran Pemkot Surabaya pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada semua perusahaan yang ada di Kota Pahlawan terkait pentingnya keselamatan kerja yang harus diterapkan.

“Kami selalu sampaikan kepada perusahaan pentingnya keselamatan kerja. Kami sebagai pembina terus mensosialisasikan hal itu. Alhamdulillah sudah dijalankan oleh teman-teman perusahaan,” kata Eri Cahyadi.

Baca Juga: Dusdukduk, dari Tugas Kuliah hingga Raih Penghargaan Forbes

Seperti misalnya, para pekerja kontruksi wajib menggunakan helm, sepatu dan atribut pelindung lainnya untuk memastikan keamanan dan keselamatan selama bertugas. Alhasil, dari upaya itu, tahun 2020 lalu, Kota Surabaya tercatat nihil kasus kecelakaan kerja di semua perusahaan.

“Alhamdulillah salah satu hasilnya adalah nol kecelakaan kerja di semua perusahaan yang ada di Surabaya,” ia mengungkapkan.

Tidak hanya itu, untuk satuan petugas di lingkungan pemkot juga diterapkan keselamatan kerja yang ketat. Seperti satgas di Dinas Pematusan Umum dan Bina Marga, Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) selalu mengutamakan keselamatan kerja petugas.

“Kalau mereka lagi turun membenahi saluran, mereka wajib menggunakan sepatu, sarung tangan. Bahkan satgas DKRTH yang menyapu di jalan itu juga memiliki SOP ketat terkait keselamatan kerja,” ia memungkasi.

Baca Juga

loading...