Komisi C Soroti Rencana Pembangunan Alun-Alun Suroboyo

Khoirotul Lathifiyah
Khoirotul Lathifiyah

Sabtu, 9 Maret 2019 - 22:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Komisi C DPRD Surabaya menyoroti rencana pembangunan Alun-Alun Suroboyo di Jalan Pemuda. Tak hanya itu, pelebaran jalur pedestrian di Jalan Yos Sudarso juga dinilai melanggar standardisasi jalan.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Vinsensius Awey menyebut, pengunaan nama “Alun-Alun Suroboyo” kurang tepat. Sebab, menurutnya Alun-Alun Surabaya di Tugu Pahlawan.

“Jangan sampai pemerintah membingungkan sejarah,” kata dia, Sabtu 9 Maret 2019.

Menurutnya, berdasarkan sejarah Kota Surabaya, Alun-Alun Surabaya dulu terletak di kawasan Monumen Tugu Pahlawan.

BACA JUGA: Alun-alun Kota Surabaya Segera Dibangun, Begini Modelnya

Awey menyarankan, pemkot mengganti nama alun-alun yang akan dibangun itu dengan sebutan Alun-Alun Simpang. Mengingat letaknya yang berada di persimpangan Jalan Pemuda dan Gubernur Suryo.

Ia menyarankan Pemkot Surabaya mencari alternatif nama lain yang tepat untuk alun-alun yang akan dibangun tersebut. Dirinya juga menyarankan dua nama, di antaranya adalah Alun-Alun Simpang dan Simpang Surabaya. “Saya rasa dua nama itu lebih tepat, karena posisinya di persimpangan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pembangunan jalur pedestrian di Jalan Yos Sudarso, dinilai Awey melanggar standardisasi jalan selebar satumeter dan membuat penyempitan.

Menurutnya yang perlu digaris bawahi adalah, pembangunan tersebut menyebabkan penyempitan jalan tanpa menyediakan solusi transportasi alternatif dari Pemkot Surabaya.

BACA JUGA: Begini Ide Ampel Surabaya Jadi Objek Wisata Berkelas Dunia

Awey menilai penyempitan jalan tersebut akan menambah persoalan baru jika Pemkot Surabaya tidak juga menyiapkan solusi ampuh untuk mengatasi kemacetan jalan di Surabaya. “Selama jalan terus dipersempit dan tidak ada alternatif transportasi yang menjangkau semua tempat, akan menimbulkan masalah baru lagi,” katanya.

Awey menegaskan jika pemkot terus melakukan pelebaran jlaur pedestrian, harus dibarengi dengan opsi transportasi maupun lalu lintas yang memadai. Jangan hanya melakukan pelebaran dan untuk solusinya masih dalam rencana.

“Pemerintah ini kan kaya akan rencana, seperti trem dulu juga direncanakan tapi tidak terealisasi,” katanya.

Baca Juga

loading...