PAGI belum tandas, Anom Surahno sudah disergap gusar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur itu sejenak masuk di ruang khusus merokok. Sebatang rokok dan secangkir kopi menjadi resep mujarab pengusir penat.

“Kalau tidak ngopi saya pusing,” katanya pada Jatimnet.com yang menanti di depan ruang merokok di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat 30 November 2018.

Selain kurang ngopi, pangkal suntuknya datang dari surat keputusan mutasi jabatan dari Kementerian. Diterima tadi malam, pelantikan wajib digelar selepas siang keesokannya. “(Padahal) ada pejabat yang hari ini sedang di luar kota,” katanya.

Lelaki berkemeja batik biru itu lalu menyibukkan diri dengan telepon genggamnya. Telepon sana-sini sebelum keluar ruangan dan menemui dua reporter Jatimnet.com Dyah Ayu Pitaloka dan Nani Mashita untuk wawancara. Pokok pembicaraannya tentang seleksi pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintah Jatim.

Tahun ini, dari kebutuhan 2.065 posisi, ada 63.186 orang yang mendaftar. Setelah menjalani seleksi administrasi, 51.998 pendaftar dinyatakan lolos ke tahap uji berikutnya, Tes Kompetensi Dasar.

Di uji kedua itu jumlah peserta anjlok. Hanya 3.437 orang yang lolos uji (passing grade). Padahal idealnya jumlah peserta yang lolos uji tahap ini minimal tiga kali jumlah pegawai yang dibutuhkan, yakni 6.195 orang.

Itu masalah pertama. Yang kedua, ada 386 formasi “tak laku”. Padahal di formasi lain, peminat membludak berlipat-lipat.

Bagaimana BKD Jatim menanggapi persoalan itu? Berikut petikannya.

Berapa kebutuhan pegawai di pemerintahan Jatim dalam seleksi CPNS tahun ini?

Kebutuhannya 2.065. Pendaftarnya 63 ribu lebih. Yang berhasil lolos seleksi administrasi 53 ribu sekian. Sebanyak 6,61 persen dinyatakan lolos passing grade. Harusnya 10-15 persen. Kalau di seluruh Jawa Timur pendaftarnya mencapai 300 ribuan. Kondisi di daerah dan provinsi yang lain sama.

Kenapa yang lolos passing grade di bawah angka ideal?

Di samping passing grade-nya tinggi, mungkin juga materinya. Tapi itu kan ada timnya per bidang. Itu bukan persoalan. Kalau dari (nilai) kumulatif mereka sebetulnya sudah memenuhi. Tapi karena untuk tesnya ini passing grade-nya sekian, ini yang membuat mereka tidak lolos. Salah satu kompetensi saja mereka nggak lolos, ya nggak lolos. (Anom lalu menggambarkan ilustrasi tiga passing grade Seleksi Kompetensi Dasar/SKD di atas buku catatan Jatimnet.com sambil memberi penjelasan). Ada tiga passing grade, IU (Intelegensi Umum), TKP (Tes Karakteristik Pribadi), dan TWK (Tes Wawasan Kebangsaan).

Yang terjadi kemarin itu kenapa banyak yang tak lolos?

Waktu. Mana yang ia kerjakan dulu. Begitu waktunya kurang, (kompetensi lain belum selesai) di sini yang kurang.

Jadi banyak yang tak lolos passing grade.

Nah dari situ, keputusan PermenPAN nomor 61 tahun 2018 menyebutkan (sistem seleksi) menjadi pemeringkatan. Kemarin dan hari ini rekonsiliasi di BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Jatim belum tuntas seluruhnya. Harusnya hari ini selesai. Dengan pemeringkatan ini saya kira standarnya sudah bisa dipenuhi.

Rekonsiliasi itu untuk apa?

Untuk menghasilkan kebutuhan dan yang tes. Hasil pemeringkatan akan diumumkan di (laman) SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional). Setelah itu akan dilakukan tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) mulai 4-11 Desember. Hasil SKB akan digabungkan dengan hasil tiga kompetensi sebelumnya.

Seperti apa SKB itu?

Kalau kemarin kompetensinya ada tiga, sekarang berdasarkan standar bidang. Misalnya bidang teknik sipil, materinya ya teknik sipil. Komunikasi, materinya ya komunikasi. Sosial ya sosial. Artinya itu sesuai standar kemampuan bidangnya. 

Berarti standar passing grade­-nya turun?

Bukan. Sekarang bukan lagi masalah passing grade, tapi hasil kumulatif tadi. Yang nilainya tidak lolos kemarin (hasil tiga tes kompetensi awal) akan diperingkat. (Hasil akhir SKD dan SKB diakumulasi. Bobot SKB 60 persen dan SKD 40 persen).

Kalau formasi yang kosong tak ada pendaftar?

Kosong karena (syarat) usia. (Dokter) spesialis itu maksimal usia 35 tahun. Bukan tak ada peminat, tapi usianya kebanyakan lebih dari 35 tahun. Kemudian ada dua formasi guru yang kosong, itu (guru) teknik di dua SMK.

Kenapa tak ada yang daftar di formasi guru itu?

Mungkin nomenklaturnya tidak sama dengan yang terdaftar. Istilahnya nama jurusan itu tidak umum. Tidak terbaca di komputer.

Lah kalau terus kosong?

Nanti kami minta agar ada pembukaan formasi khusus (tenaga kesehatan spesialis) dengan mempertimbangkan usia.

Kapan?

Nah itu menunggu keputusan dari Menteri PAN RB. Nanti akan disahkan lewat peraturan menteri.

Untuk guru?

Saya belum tahu. Saya ndak paham kebutuhannya. Kalau belum ada ya harus dicarikan nomenklaturnya sampai ketemu.

Kalau belum ketemu juga?

Ya kosong. Tapi saya sudah lapor ke Pusat dan ini kan sedang rekonsiliasi, termasuk usulan kami.

Formasi apa yang paling diminati?

Guru SMK dan SMA, disusul perawat. Formasi guru sekitar 800an (826) yang mendaftar ada puluhan ribu. Perawat formasinya sekitar 600an. (Lihat Infografis Tes CPNS Tenaga Medis Di Jatim Tidak Diminati)

Kenapa paling banyak peminatnya?

Mungkin karena kompetensinya banyak di bidang itu.

Berapa jumlah PNS Provinsi Jawa Timur sekarang?

Jumlah PNS yang ada sekarang sekitar 20 ribuan. Ditambah PNS dari SMA/SMK totalnya 53 ribuan. (Di laman BKD Provinsi Jawa Timur disebutkan ada 50.283 PNS per November 2018)

Yang akan pensiun?

Yang akan pensiun sampai 2020 ada 10.150.

Dengan jumlah sebanyak itu bagaimana kinerja pemerintah saat ini?

Karena itu sifatnya pelayanan dan fungsional saya kira mereka sudah punya sistem masing-masing dan melaksanakan sesuai komitmen kerja sesuai jabatan. Tiap orang sudah tahu siapa mengerjakan apa. Apalagi ada remunerasi  kerja jadi salah satu tolok ukurnya.

Lantas ketika CPNS dibuka, apakah berarti kinerja yang ada kurang maksimal?

Itu karena akan ada banyak yang pensiun. Kita sudah menganut sistem zero growth. Tidak menambah tapi mengganti yang pensiun.

Menurut Anda, kinerja PNS sekarang sudah maksimal?

Kan (ukurannya) sudah ada beban kerja.

Kenapa tiap kali pembukaan CPNS, pendaftar selalu membludak?

Tahun ini membludak karena moratorium 2013/2014, terus sampai 2018. Moratoriumnya kelamaan, harusnya setiap tahun ada.

Selain itu?

Ada kepastian karir. Kalau pendapatan kan sama (dengan swasta). Yang jelas ada kepastian karir, peningkatan reguler, prestasi, pendidikan juga diperhitungkan. Kemudian ada perbaikan manajemen karir di PNS, sehingga menjadi minat tinggi bagi masyarakat.

Kerja di swasta kan juga sama seperti itu?

Swasta kalau yang bagus (malah) bisa lebih cepat. Kalau kami kan reguler. Belum semua (swasta), tapi ada.

Anda yakin seleksi CPNS sekarang tidak ada KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme)?

Peluang itu ada tapi tergantung orangnya. Tapi dengan perbaikan manajemen dan sistem pengawasan, rambu yang efektif, efektifnya KPK, dan jajaran pengawasan, saya kira itu menjadikan kami semakin hati-hati.

Seberapa yakin Anda?

Saya kira sulit karena online system. Orang tidak ketemu orang. Anak saya saja nggak lolos karena kurang empat (skornya). Saya pastikan 100 persen tak ada celah karena sistemnya pakai online.