Logo

Kenapa Kehidupan Orang Indonesia Makin Panjang hingga Malam?

Malam tak lagi selalu berarti hari selesai. Di banyak kota, termasuk Surabaya dan kawasan urban Jawa Timur, pukul delapan malam masih menjadi waktu untuk makan, bertemu teman, mengambil pesanan, berbelanja, berolahraga, atau sekadar duduk menikmati ruang
Reporter:,Editor:

Senin, 19 October 2026 00:00 UTC

Kenapa Kehidupan Orang Indonesia Makin Panjang hingga Malam?

Ilustrasi: Kota Belum Tidur. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Perubahan ini bukan hanya soal orang semakin suka begadang. Infrastruktur kota, internet, pembayaran digital, layanan berbasis aplikasi, dan bertambahnya ruang publik membuat lebih banyak kebutuhan sehari-hari bisa dilakukan setelah matahari terbenam. Malam akhirnya menjadi bagian penting dari gaya hidup perkotaan.

Internet Membuat Aktivitas Tidak Berhenti Saat Toko Tutup. Salah satu perubahan terbesar datang dari telepon seluler dan internet.

Badan Pusat Statistik mencatat 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024. Setahun sebelumnya angkanya 69,21 persen. Pada tahun yang sama, 68,65 persen penduduk tercatat memiliki atau menguasai telepon seluler.

Angka tersebut memperlihatkan betapa aktivitas masyarakat semakin terhubung dengan perangkat digital. Waktu untuk mencari makanan, berbelanja, berkomunikasi, memesan kendaraan, atau melakukan pembayaran tidak lagi sepenuhnya mengikuti jam operasional konvensional.

Dulu, orang yang pulang malam mungkin harus memastikan uang tunai masih tersedia. Sekarang kebutuhan kecil dapat diselesaikan dari layar ponsel. Perubahan sederhana itu memiliki dampak besar terhadap ritme kehidupan.
 

Pembayaran Digital Ikut Menghidupkan Ekonomi Malam

Perubahan lain terlihat dari cara masyarakat membayar. Bank Indonesia mencatat pada Agustus 2026 jumlah pengguna QRIS telah mencapai 69,32 juta. Jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS mencapai 47,11 juta. Secara kumulatif, transaksi QRIS sepanjang Januari hingga Agustus 2026 bahkan telah mencapai 17,45 miliar transaksi.

Angka tersebut membantu menjelaskan mengapa transaksi kecil semakin mudah dilakukan kapan saja. Warung, pedagang makanan, kedai minuman, hingga usaha kecil tidak harus bergantung sepenuhnya pada uang tunai.

Perubahan itu terasa penting bagi kehidupan malam. Orang yang keluar rumah tanpa membawa banyak uang tunai masih dapat membeli makan, minuman, atau kebutuhan kecil selama ponsel dan metode pembayarannya tersedia.

Pertumbuhan pembayaran digital bahkan berlangsung sangat cepat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS pada triwulan II 2026 tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekonomi malam akhirnya bukan hanya milik restoran besar atau pusat perbelanjaan. Pedagang kecil pun mempunyai peluang berada di dalam ekosistem yang sama.
 

Ruang Publik Juga Mendapat Jam Kehidupan Kedua

Aktivitas malam tidak selalu identik dengan pusat perbelanjaan atau tempat hiburan. Surabaya memberikan contoh menarik melalui pemanfaatan Taman Surya. Ruang publik di depan Balai Kota tersebut pernah dibuka dalam dua sesi berbeda: pagi pukul 06.00–07.30 WIB dan malam pukul 18.00–21.00 WIB. Pada akhir pekan, sesi malam diperpanjang sampai pukul 22.00 WIB.

Pembagian waktu itu menunjukkan sesuatu yang menarik tentang kehidupan perkotaan. Ruang publik tidak harus aktif sepanjang hari untuk tetap berguna. Ia bisa memperoleh kehidupan kedua ketika warga selesai bekerja.

Pada malam hari, fungsi taman pun berubah. Orang tidak lagi sekadar melintas. Ada yang berolahraga, membawa keluarga, bertemu teman, atau menikmati suasana kota tanpa harus membeli sesuatu.

Bagi kota padat, ruang semacam ini penting karena tidak semua kegiatan sosial harus berlangsung di tempat komersial.


Mengapa Malam Terasa Lebih Menarik?

Ada alasan sederhana mengapa banyak aktivitas berpindah ke malam: waktu. Pada pagi hingga sore hari, sebagian masyarakat terikat pekerjaan, sekolah, kuliah, perjalanan, dan berbagai kewajiban. Malam menyediakan ruang waktu yang lebih bebas.

Di Jawa Timur, kondisi ini mudah terlihat dari warung kopi, pedagang kaki lima, tempat makan, taman, hingga kawasan kuliner yang justru memperoleh banyak pengunjung setelah matahari tenggelam. Namun, teknologi memperkuat kecenderungan tersebut.

Seseorang bisa menghubungi teman melalui WhatsApp, mencari lokasi melalui peta digital, memesan kendaraan, memilih makanan berdasarkan ulasan, kemudian membayar menggunakan QRIS. Banyak hambatan kecil yang dahulu membuat orang enggan keluar malam menjadi berkurang.

Karena itu, perubahan kehidupan malam sebaiknya tidak dibaca semata-mata sebagai perubahan jam tidur. Ia juga merupakan perubahan cara masyarakat menggunakan kota.

 

Kota Malam Tetap Membutuhkan Batas

Kota yang hidup sampai malam tentu membawa peluang ekonomi. Warung memperoleh pelanggan lebih panjang, pengemudi mendapat perjalanan tambahan, pedagang makanan memperoleh pasar, sementara masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan menggunakan waktu luang.

Tetapi malam yang semakin aktif juga menuntut pengelolaan yang lebih baik. Penerangan jalan, trotoar, transportasi, keamanan, kebersihan, toilet publik, serta ruang yang nyaman bagi perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi semakin penting ketika aktivitas warga tidak berhenti pada sore hari. Ada pula batas yang sifatnya personal.

Kemudahan bertransaksi dan memesan sesuatu selama 24 jam tidak berarti setiap malam harus diisi konsumsi. Warung yang masih buka bukan alasan untuk terus membeli. Ponsel yang terus terhubung juga bukan berarti seseorang harus selalu tersedia.

Justru di tengah kota yang jam kehidupannya semakin panjang, kemampuan menentukan kapan harus berhenti menjadi keterampilan baru.

Kehidupan orang Indonesia hingga malam menunjukkan perubahan menarik dalam gaya hidup modern. Internet, pembayaran digital, usaha kecil, dan ruang publik membuat kota memiliki ritme yang jauh lebih panjang dibandingkan sebelumnya.

Malam kini bukan sekadar sisa waktu setelah bekerja. Bagi sebagian masyarakat, justru pada saat itulah ruang sosial, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari kembali dimulai.