Rabu, 04 March 2026 08:35 UTC

Pengiriman ekspor PT Xinyi Solar Indonesia ke pasar India yang menghasilkan devisa lebih dari Rp1,9 miliar. Foto: Agus Salim.
JATIMNET.COM, Gresik – Kawasan Ekonomi Khusus Gresik (KEK Gresik) kembali mencetak capaian strategis dengan merealisasikan ekspor perdana solar glass ke India pada awal Maret 2026. Langkah ini menegaskan peran Gresik sebagai motor penggerak industri nasional sekaligus basis pengembangan energi terbarukan.
Sebanyak 10 kontainer kaca panel surya produksi PT Xinyi Solar Indonesia diberangkatkan melalui kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Pengiriman tersebut menyumbang devisa lebih dari Rp1,9 miliar bagi Indonesia.
Ekspor ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat program hilirisasi industri serta mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Momentum tersebut sekaligus memperluas penetrasi produk manufaktur Indonesia di pasar global, khususnya sektor energi bersih.
Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menyebut keberhasilan ekspor perdana ini mencerminkan semakin solidnya ekosistem industri di KEK Gresik yang berstatus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Bea Cukai berkomitmen memberikan pelayanan kepabeanan yang transparan dan akuntabel guna mempercepat investasi dan ekspor industri strategis," katanya, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus barang ekspor sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Sementara itu, Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, menilai ekspor ini memperkuat posisi Gresik sebagai pusat investasi baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan transfer teknologi.
"PT Xinyi Solar Indonesia tergabung dalam klaster manufaktur dan energi terbarukan, melengkapi klaster lain seperti hilirisasi mineral yang diisi oleh PT Freeport Indonesia," tambahnya.
