JATIMNET.COM, Surabaya - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur masih menunggu berkas kasus kosmetik ilegal dengan tersangka Karina Indah Lestari (26) warga Putuk Banaran Kandangan Kediri. Hingga saat ini, penyidik Polda Jatim belum mengirimkan berkas tersangka ke kejaksaan untuk tahap satu.

"Kami masih menunggu berkasnya saja," kata Kepala Kejati Jatim, Sunarta, Sabtu 9 Februari 2019.

Ia mengatakan surat P-17 (Permintaan Perkembangan Hasil Penyelidikan) sudah dikirimkan Kejaksaan, Senin, 4 Februari 2019 kepada Polda Jatim untuk menanyakan perbaikannya. "Kami juga belum mendapatkan surat balasan dari Polda Jatim untuk kelanjutan kasus tersebut," ucap Sunarta.

BACA JUGA: Olla Ramlan Jadi Saksi Kasus Kosmetika Ilegal

Sunarta menilai pengiriman surat P-17 dilakukan setelah kejati mengeluarkan surat P-16 atau surat perintah penunjukan jaksa peneliti. "Kami sudah tugaskan jaksa peneliti untuk ikut memantau perkara kosmetik ilegal yang melibatkan artis yang sedang ditangani penyidik," katanya.

Dengan surat P-17 itu, jaksa meminta penyidik untuk segera menuntaskan kasus tersebut. "Setidaknya ada pemberitahuan bagaimana kelanjutan kasus ini," ucapnya.

BACA JUGA: Endorse Kosmetika Ilegal, Via Vallen Mengaku Dibayar Rp7 Juta

Seperti diberitakan, Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar kasus kosmetik ilegal yang diproduksi Karina Indah Lestari. Ia mengoplos produk kosmetik kemudian diberi merek Derma Skin Care atau DSC Beauty. Ia kemudian menggunakan jasa artis terkenal untik mengendorse produk kosmetik tersebut.

Sejumah artis yang dibayar untuk mengendorse kosmetik tersebut antara lain Via Valen, Nella Kharisma, Nia Ramadhani, Olla Ramlan yang dibayar oleh pelaku untuk mengendors kosmetik ilegal tersebut. Tak hanya empat artis ini, tersangka juga mengajak beberapa artis lain dengan inisial MP, DK dan DJB. Sejumlah saksi lain akan dipanggil.