JATIMNET.COM, Probolinggo - Seorang nelayan warga Mayangan, Kota Probolinggo menemukan jangkar dan tali tampar kapal KM Cahaya Bahari Jaya, di perairan laut Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Seperti diketahui, pertengahan Oktober 2018 lalu, warga Kota Probolinggo digemparkan atas menghilangnya kapal nelayan Mayangan, KM Cahaya Bahari Jaya di lautan. Beberapa hari pada Minggu, 21 Oktober 2018, jasad Rohim (55), salah satu awak kapal ditemukan tewas mengambang, di perairan laut Pamekasan, Madura, Minggu.

Beberapa jenazah lainnya ditemukan setelah itu. Sementara dua korban lainnya sampai saat ini masih hilang di lautan. Sabtu akhir pekan kemarin, sebuah jangkar dan tali milik kapal tersebut ditemukan seorang nelayan Mayangan.

Pemilik kapal KM Cahaya Bahari Jaya, Matari membenarkan temuan tersebut. Saat dilakukan pengecekan ke lokasi penemuan, jangkar dan tali tampar yang diketemukan nelayan Paiton, memang benar miliknya.

BACA JUGA: Tawuran Dua Geng Motor Warnai Probolinggo Tempo Doeloe

Namun, kata Matari, jangkar dan tali tampar masih berada di dasar lautan yakni di kedalaman sekitar 30 meter. Untuk pengangkatannya, ia mengaku masih menunggu Tim SAR.

"Saat anak buah saya melakukan pengecekan, benar pak itu tampar dan jangkar kapal saya. Ya kemungkinan, bangkainya ada di sekitar, kami masih masih menunggu petugas untuk mengangkat jangkarnya,"ujar Matari, Selasa, 4 Desember 2018.

Dihubungi Jatimnet.com, Selasa 4 Desember 2018, Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet membenarkan informasi ihwal temuan tersebut. Namun, Slamet mengatakan akan melakukan tahap evaluasi terlebih dahulu, sebelum pengecekan ke lokasi.

"Benar ada nelayan menemukan KM Cahaya Bahari Jaya mas, tapi masih kita evaluasi dulu jika pemilik kapal ingin bangkai kapalnya diangkat. Soalnya lokasinya tidak memungkinkan mas, cukup berbahaya, karena selain dalam, dasar lautnya juga berlumpur," kata Slamet.

BACA JUGA: Jembatan di Probolinggo Runtuh Diterjang Lahar Dingin Gunung Bromo

Buamah (50), ibu dari dua awak kapal yang diketemukan tewas mengatakan berkomunikasi terakhir dengan anaknya ketika kapal berada di perairan laut Paiton. Setelah itu, Buamah mengaku tidak bisa lagi menghubungi anaknya. Dua anaknya itu Windi Budianto dan Wahyu Triastanto. Wahyu merupakan anak buah kapal, sedangkan Windi adalah nahkoda kapal

Seluruh penumpang kapal adalah warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. KM Cahaya Bahari Jaya mulai berlayar pada Rabu, 17 Oktober 2018 dan menghilang pada Sabtu, 20 Oktober 2018. Saat itu. kapal KM Cahaya Bahari Jaya membawa 7 awak kapal. Mereka diantaranya Rohim (50), Iwan (28), Toni (18), Windi Budianto (32), Nanang (32), Marwan (28) dan Wahyu (25). Lima orang ditemukan tewas sedangkan dua orang lainnya yakni Marwan (28) dan Wahyu (25) belum ditemukan.