Logo

KALMA, Aplikasi ITS untuk Bantu Remaja Kelola Kesehatan Mental

Reporter:,Editor:

Senin, 24 August 2026 14:00 UTC

KALMA, Aplikasi ITS untuk Bantu Remaja Kelola Kesehatan Mental

Penampilan hadrah dan lantunan selawat oleh santri Ponpes Mambaul Ulum membuka rangkaian International Joint Community Engagement Program 2026.

JATIMNET.COM, Mojokerto - Kesadaran kesehatan mental di kalangan remaja menjadi perhatian tim KALMA dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui aplikasi berbasis digital, para siswa Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Mojosari, Mojokerto, diajak mengenali kondisi mental sekaligus belajar mengelolanya secara mandiri.

Pengenalan aplikasi tersebut berlangsung dalam International Joint Community Engagement Program 2026 pada 24-26 Agustus 2026. Program ini mempertemukan dosen dan mahasiswa ITS dengan Universiti Teknologi Petronas (UTP), Malaysia, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional.

Sebanyak 135 santri dari SMP IT Mambaul Ulum, MA Mambaul Ulum, dan SMK Mambaul Ulum mengikuti kegiatan tersebut. Dari ITS, program melibatkan 23 mahasiswa dan 13 dosen, sedangkan UTP mengirimkan 20 mahasiswa dan satu dosen.

Foto bersama seluruh peserta dan pihak yang terlibat dalam International Joint Community Engagement Program 2026 di Ponpes Mambaul Ulum.

Dalam sesi utama, salah satu Person in Charge (PIC) KALMA, Nayla, memperkenalkan fungsi serta sejumlah fitur aplikasi kepada para siswa. KALMA dirancang untuk membantu pengguna mengenali kondisi kesehatan mental melalui beberapa fitur yang dapat digunakan secara mandiri.

Di dalam aplikasi tersebut terdapat fitur journaling, breathing meditation, dan music meditation. KALMA juga menyediakan pemeriksaan awal menggunakan metode DASS-Y untuk membantu pengguna memahami kondisi stres, kecemasan, dan depresi.

PIC KALMA, Nayla, menjelaskan fungsi dan fitur utama aplikasi KALMA kepada para siswa Ponpes Mambaul Ulum.

Selain itu, tersedia artikel edukasi mengenai kesehatan mental. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan pengguna untuk menambah pengetahuan sekaligus memantau kondisi dirinya secara lebih mandiri.

Setelah mendapatkan penjelasan, para siswa langsung mencoba aplikasi melalui perangkat masing-masing. Mereka mengeksplorasi tampilan, menu, serta sejumlah fitur yang diperkenalkan dalam sesi tersebut.

Para siswa Ponpes Mambaul Ulum mencoba dan mengeksplorasi aplikasi KALMA melalui perangkat masing-masing.

Praktik langsung itu membuat pengenalan aplikasi tidak berhenti pada pemaparan. Para siswa dapat mengetahui cara menggunakan KALMA sekaligus melihat bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya mengenali dan menjaga kesehatan mental.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari International Joint Community Engagement Program 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Ulum. Selain sesi pengenalan aplikasi, rangkaian kegiatan juga diawali penyambutan oleh para santri melalui penampilan hadrah dan lantunan selawat.

Tim KALMA bersama siswa Ponpes Mambaul Ulum seusai sesi pengenalan dan demo aplikasi.

Tim KALMA berharap aplikasi tersebut dapat menjadi salah satu media yang mudah dijangkau pelajar untuk membangun kebiasaan self-management. Melalui pemeriksaan awal dan berbagai materi edukasi yang tersedia, siswa diharapkan semakin terbiasa mengenali kondisi dirinya dan memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sejak remaja. (adv/inforial)