Selasa, 23 June 2026 12:24 UTC

Kegiatan diskusi Kalis Mardiasih bersama masyarakat, mahasiswa hingga aktivis di Mangrove Center Jenu Selasa 23 Juni 2026. Foto: Zidni Ilman
JATIMNET.COM, Tuban – Aktivis perempuan sekaligus penulis buku, Kalis Mardiasih, mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan optimisme dalam menghadapi dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang terus berubah.
Pesan tersebut ia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Stay Kritis, Meski Apatis” yang digelar di kawasan Mangrove Jenu, Kabupaten Tuban, Selasa sore, 23 Juni 2026.
Kegiatan ini diinisiasi oleh anggota DPR RI Komisi XII, Ratna Juwita Sari, dan menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Anggota DPRD Tuban Asep Nur Hidayatulloh. Diskusi tersebut dipandu oleh Redaktur Jawa Pos Radar Tuban, Athoillah, dan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat sipil.
Dalam pemaparannya, Kalis menegaskan bahwa perubahan hanya dapat terjadi apabila masyarakat tidak memilih diam atau menyerah terhadap kondisi yang ada.
BACA: UU Polri Baru Dinilai Perluas Kuasa Polisi di Ranah Sipil
"Kita harus optimis untuk terus menyuarakan perubahan. Karena kalau sampai berhenti atau menyerah, maka perubahan itu tidak akan datang," ujarnya.
Politik tidak lagi terbatas ruang formal
Kalis menjelaskan bahwa praktik politik saat ini tidak lagi hanya terjadi di ruang formal seperti parlemen atau partai politik. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial telah memperluas ruang partisipasi publik.
Ia menilai aktivitas sederhana di ruang digital kini memiliki dampak besar terhadap pembentukan opini publik dan kesadaran sosial.
Menurutnya, interaksi seperti menyukai unggahan, membagikan konten, hingga menyampaikan pendapat di media sosial dapat menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.
"Sekarang gerakan kecil di media sosial bisa menjadi gerakan politik. Like, repost, atau menyuarakan pendapat di ruang digital bukan lagi sekadar aktivitas biasa, tetapi bisa membentuk kesadaran publik," tutur Kalis.
Diskusi publik tersebut juga menyoroti pentingnya literasi dan sikap kritis masyarakat dalam menghadapi arus informasi digital, yang turut dibahas oleh narasumber lain dalam forum tersebut.
