Jasa Marga: Struk Pembayaran Jalan Tol untuk Klaim Asuransi Itu Hoaks

Bruriy Susanto

Sabtu, 8 Juni 2019 - 22:38

JATIMNET.COM, Surabaya – Sebuah pesan berantai tentang struk jalan tol yang bisa digunakan sebagai klaim asuransi sebesar Rp 10 juta beredar melalui aplikasi perpesanan. Dalam pesan itu, pengguna jalan tol diminta menyimpan struk karena bisa digunakan sebagai bukti.

PT Jasa Marga merespon pesan berantai itu. Melalui keterangan tertulius yang diterima Jatimnet pada Sabtu, 8 Juni 2019, Corporate Communication Department Head Irra Susiyanti menyatakan informasi yang beredar itu palsu (hoaks).

“PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengkonfirmasi bahwa hal-hal yang diinfokan dalam berita hoax tersebut, adalah tidak benar dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol,” tulisanya dalam pers realase yang disampaikan ke media.

BACA JUGA: Sinta Nuriyah Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Perangi Hoaks

Menurut dia, ada kesalahan informasi bahwa struk bukti transaksi tol adalah jaminan pengguna jalan berhak mendapat asuransi. Biaya tol yg dibayarkan pengguna jalan tol hanya untuk membayar jasa jalan tol, tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi.

“Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol,” katanya.

BACA JUGA: Hoaks 22 Mei Picu Massa Bakar Mapolsek di Sampang

Keterangan tentang struk pembayaran jalan tol bisa digunakan untuk mendapat fasilitas derek gratis di pesan berantai itu, menurut dia, juga tak benar. Yang benar, ia melanjutkan, seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat.

“Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol,” katanya.

Tapi, jika pengguna jalan butuh diantar sesuai preferensi pengguna jalan, Jasa Marga akan mengenakan tarif resmi yang harganya tercantum pada tiap mobil derek yang beroperasi. Nantinya, pengguna akan diberi bukti kuitansi pembayaran resmi.

Baca Juga

loading...