Rabu, 17 June 2020 10:20 UTC

CALON SANTRI. Calon Santri Gontor yang sudah menjalani karantinas mandiri selama 10 hari siap diberangkatkan ke Pondok Pesantren Gontor Darussalam Ponorogo. Foto: Karin.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Sebanyak 112 calon santri Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo dari Mojokerto yang sempat menjalani karantina mandiri selama sepuluh hari diberangkatkan oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Ponorogo, Rabu 17 Juni 2020.
Keberangkatan dilakukan di Pusat Perkulakan Sepatu Trowulan (PST) Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, calon santri berbekal surat keterangan sehat. Karena menjadi syarat mutlak menjalani tes masuk di Pondok Pesantren, kalau memang benar sudah menjalani karantina mandiri di tengah pandemi Covid-19.
Saat pemberangkatan, orang tua tidak diperbolehkan untuk mengantar sampai ke pondok, karena belum sepenuhnya diterima atau dinyatakan lulus dari Ponpes. Sebab, saat di Ponpes nanti juga akan ada tahapan lagi untuk para calon santri, baik itu putra maupun putri.
"Ini belum diterima tapi karena orang tua tidak boleh mengantar langsung sehingga antara calon wali dijembatani oleh IKPM," kata salah satu calon orang tua santri, Muhammad Mansyur, Rabu, 17 Juni 2020.
BACA JUGA: Rapid Tes Sebelum Santri Masuk Pesantren Dinilai Perlu
Ia mengungkapkan, pendaftaran dilakukan secara online sejak bulan ramadan dan sudah dilakukan seleksi secara administrasi. Sehingga para calon santri harus mengikuti tes tulis sebelum akhirnya dinyatakan diterima sebagai santri di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo. "Pengumuman penerimaan calon santri tanggal 23 Juni 2020 nanti," imbuhnya.
Keberangkatan secara bersama-sama tersebut sudah dikomunikasikan dan disepakati secara bersama-sama lewat grup Whatsapp (WA). Menurut warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo ini, tidak ada syarat calon santri harus membawa hasil rapid test.
Namun hanya membawa surat keterangan sehat dan surat isolasi mandiri selama sepuluh hari sebelum keberangkatan para calon santri. "Syaratnya bawa surat sehat dari RS setempat dan sepuluh hari sebelum berangkat hari ini sudah tidak boleh kemana-mana, dikarantina sendiri. Karena orang tua tidak boleh mendampingi ke pondok sehingga ada berangkat bareng. Kita berharap anak bisa diterima," ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan pengurus Villa Doa Yatim Sejahtera, Dusun Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Gus Mukhiddin. Terdapat satu anak asuhnya yang ikut serta dalam rombongan tersebut.
BACA JUGA: Pemkab Jember Diminta Gelar Rapid Test Santri yang Akan Masuk
"Alhamdulilah ada satu keluarga kami yang ikut, Suci Beauty baru lulus SD. Syarat administrasi ya surat keterangan lulus dan surat sehat dari Dinkes terdekat, termasuk surat keterangan isolasi mandiri," kata Gus Mukhiddin.
Sementara, koordinator IKPM wilayah Mojokerto, Alfan Firdaus mengatakan, ada empat rombongan yang berangkat kali ini, yakni tujuan Mantingan sebanyak 50 santri, Gontor 45 santri, Kediri 10 santri dan Magelang tujuh santri. "Dalam rombongan ini tidak hanya calon santri tapi juga ada yang kelas V dan ustad pengabdian," jelasnya.
Sedangkan dari luar Jawa Timur ada titipan dari Bima, Bengkulu dan Bandung masing-masing satu orang. Hanya saja ada satu santri asal Kota Mojokerto mengundurkan diri. Persiapan keberangkatan sendiri, lanjut Alfan, sudah dilaksanakan satu bulan lalu dan koordinasi IKPM serta wali santri. Mereka dibekali surat sehat serta hand sanitizer dan masker.
"Kekhawatiran dari calon wali santri jelas ada tapi IKPM pusat sudah memberikan pemahaman jika di sana aman, protokol kesehatan tetap dilakukan. Kemarin lusa rombongan dari Surabaya dan Kalimantan sudah berangkat, insya Allah aman. Iya masih ada tes tulis, kalau ada yang tidak diterima terkait kepulangannya masih menunggu maklumat dari pusat," tegasnya.
