Senin, 22 June 2026 01:00 UTC

Pemimpin Redaksi Jatimnet.com Nofika D.Nugroho saat memberikan materi dalam Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal di Disperpusarsip Kabupaten Madiun, Rabu, 17 Juni 2026. Foto: Disperpusarsip Kabupaten Madiun.
JATIMNET.COM, Madiun – Khazanah budaya lokal Kabupaten Madiun terus bertambah melalui karya tulis. Tidak hanya dari penulis profesional, sejumlah penulis pemula mulai ikut mendokumentasikan budaya daerah dalam bentuk buku.
Pada 2025, sebanyak 120 penulis pemula berhasil menghasilkan enam judul buku yang mengangkat berbagai tema budaya lokal Kabupaten Madiun.
“Mayoritas tema yang dipilih oleh para penulis pemula tentang budaya lokal Kabupaten Madiun,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Penta Lianawati, Senin, 22 Juni 2026.
Para penulis tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar SMP, SMA, hingga masyarakat umum di Kabupaten Madiun. Mereka merupakan peserta pelatihan kepenulisan yang telah digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusarsip) Kabupaten Madiun.
Menurut Penta, keberadaan penulis baru penting untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal. Sebab, berbagai tradisi, kesenian, hingga potensi daerah perlu dicatat agar tidak hilang.
“Intinya kami mencetak penulis baru di Kabupaten Madiun. Mereka bisa menulis dan melestarikan budaya yang ada, mulai dari kesenian, kuliner, hingga berbagai potensi lokal lainnya,” katanya.
Enam buku yang telah diterbitkan tersebut mengangkat sejumlah budaya khas Madiun, seperti tradisi Nyadran, kesenian Dongkrek, Methil, hingga Bersih Desa.
Untuk terus meningkatkan kualitas karya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal pada 2026.
Salah satu materi yang diberikan dalam bimtek tersebut adalah teknik penulisan esai dan artikel ilmiah populer. Materi itu diberikan untuk memperkuat kemampuan peserta sebelum karya mereka diterbitkan dalam bentuk buku.
Dalam kegiatan yang berlangsung Rabu, 17 Juni 2026, salah satu narasumber yang dihadirkan yakni Pemimpin Redaksi Jatimnet.Com Nofika D. Nugroho.
Penta mengatakan, menulis menjadi salah satu cara untuk meninggalkan jejak dokumentasi budaya. Apalagi di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat pola konsumsi informasi masyarakat berubah.
“Sekarang zamannya digital, generasi muda banyak membaca melalui scroll media sosial. Tetapi dalam bentuk buku, insyaallah akan lebih lama diingat dan menjadi dokumentasi,” ujarnya.
Selain mendorong lahirnya karya, peningkatan budaya literasi juga dinilai penting agar masyarakat mampu memahami informasi dengan lebih baik di tengah derasnya arus digital.
