Logo

Tiga Rumah di Surabaya Terbakar, Kerugian Hingga Puluhan Juta

Reporter:,Editor:

Jumat, 19 June 2026 23:30 UTC

Tiga Rumah di Surabaya Terbakar, Kerugian Hingga Puluhan Juta

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Surabaya saat berusaha memadamkan api yang membakar rumah warga Wonokromo, Jumat petang, 19 Juni 2029. Foto: Command Center

JATIMNET.COM, Surabaya - Kebakaran menghanguskan tiga unit rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Pulo Tegalsari Gang VI Nomor 23, Kelurahan/Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jumat petang, 19 Juni 2026.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat rusaknya bangunan dan ludesnya harta benda milik korban.

"Korban nihil, namun kerugian material tentu ada karena bangunan dan barang-barang di dalam rumah ikut terbakar,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya M.Rokhim.

Ia mengatakan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui. Hanya saja, informasi di lapangan menyebutkan bahwa sumber api berasal dari diduga muncul dari rumah kosong milik Imamah. Hingga akhirnya, merembet ke dua rumah lain di dekatnya.

"Objek yang terbakar terdiri dari tiga petak rumah. Satu rumah kosong dan dua rumah berpenghuni yang terdampak kebakaran,” ujar Rokhim.

Dalam menangani kebakaran ini, sebanyak 12 unit armada pemadam kebakaran diterjunkan. Rinciannya, enam dari berbagai pos pemadam dan lima unit tim rescue.

Sebelum pemadaman dilakukan, petugas sempat menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada di gang sempit.

Maka, armada tidak bisa menjangkau titik api secara langsung. Karena itu, sekitar lima roll selang dibentangkan dengan jarak sekitar 100 meter dari armada ke lokasi kebakaran.

Kemudian, api berhasil dipadamkan pada pukuk 19.00 WIB. Setelah proses pembasahan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa, kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif pada pukul 20.26 WIB.

Hingga malam hari, petugas masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan.

DPKP Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Apagi, di kawasan permukiman padat dengan akses terbatas yang berisiko memperlambat proses penanganan saat terjadi keadaan darurat.