Rabu, 17 June 2026 07:29 UTC

Sejumlah aksi mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya ikut aksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, 17 Juni 2026. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 17 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah yang berkaitan dengan persoalan ekonomi, politik, lingkungan hidup, hingga hak asasi manusia.
Sejak siang hari, massa aksi memadati kawasan Jalan Gubernur Suryo. Secara bergantian mereka menyampaikan orasi dan membawa berbagai spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Salah satu tuntutan utama yang disuarakan mahasiswa adalah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka menilai kenaikan harga BBM turut memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin membebani masyarakat.
Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang dinilai terus mengalami tekanan. Mereka juga meminta percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai bentuk komitmen pemberantasan korupsi.
BACA: Kejari Surabaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi RSUD dr Soetomo
Massa aksi turut menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat, serta berbagai persoalan lingkungan hidup dan hak asasi manusia yang dinilai belum terselesaikan.
Suasana demonstrasi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta aksi melakukan aksi simbolik dengan membakar sampah dan membakar gambar Presiden Prabowo Subianto serta Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Aksi berlangsung di bawah pengamanan aparat kepolisian. Hingga sore hari, massa secara bertahap membubarkan diri setelah menyampaikan seluruh tuntutan mereka.
Di sela aksi, Ketua BEM Universitas Airlangga (Unair) M. Rizki Syahfirawan atau Rizki Senja menyoroti penggunaan anggaran negara. Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi sejumlah program agar anggaran dapat lebih difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan yang masih membutuhkan perhatian besar.
Di sisi lain, keramaian aksi demonstrasi juga membawa dampak ekonomi bagi pedagang kecil di sekitar Grahadi. Banyak peserta aksi membeli minuman dan makanan ringan untuk menjaga stamina selama mengikuti demonstrasi di tengah cuaca panas Kota Surabaya.
