Selasa, 25 November 2025 12:40 UTC

Foto bersama narasumber dan peserta Kenduri Kebhinekaan di Lumajang. Foto: Hasan
JATIMNET.COM, Lumajang – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur bersama DPRD Jawa Timur kembali menyelenggarakan Kenduri Kebhinekaan sebagai upaya memperkuat harmoni sosial dan mencegah potensi konflik maupun gangguan keamanan di wilayah Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Hall Alka Cafe, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Selasa, 25 November 2025.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra, H. Eko Wahyudi, S.H., M.H., menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang tumbuh dari keberagaman. Ia menilai kekayaan budaya, bahasa, suku, hingga keyakinan menjadi modal penting yang harus dijaga seluruh elemen masyarakat.
“Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kita diajarkan bahwa berbeda-beda tetap satu,” ujar Eko.
Eko juga berharap masyarakat Jawa Timur dapat menjadi bagian dari semangat perubahan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
BACA: Kenduri Kebinekaan di Jombang Dorong Harmoni Sosial dan Pencegahan Konflik
“Semoga kita semua bisa menjadi agen slogan Jawa Timur, yaitu Gerbang Baru,” lanjutnya.
Berbicara mengenai pentingnya merawat persatuan, Eko menekankan bahwa keharmonisan sosial lahir dari kedekatan antarmasyarakat.
“Kalau kita menjaga silaturahmi, maka perdamaian itu pasti ada,” tegasnya.
Sementara itu, pemateri kedua adalah Khoirul Anam yang merupakan Direktur PDAM sekaligus Ketua PC IKA PMII Lumajang.
Anam memaparkan sejumlah faktor pemicu konflik di daerah. Ia menyebut hoaks, ujaran kebencian, kesenjangan sosial, politik identitas, dan minimnya komunikasi sebagai pemicu utama gesekan di masyarakat.
BACA: Kenduri Kebhinekaan Teguhkan Toleransi dan Cegah Konflik Sosial di Probolinggo
Menurutnya, upaya pencegahan konflik harus berpijak pada tiga prinsip utama.
“Deteksi dini, intervensi cepat, dan kolaborasi lintas sektor harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Melalui gelaran Kenduri Kebhinekaan, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya merawat perbedaan, memperkuat komunikasi, serta membangun kerja sama antarkomponen demi terciptanya Jawa Timur yang aman, kondusif, dan penuh toleransi.
