Jumat, 13 March 2026 13:00 UTC

Gerbang Tol Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Foto: Zulafif.
JATIMNET.COM, Probolinggo - Direktur Utama Jasa Marga Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi (Prosiwangi) Adi Prasetyo Adi mengimbau pemudik untuk mewaspadai potensi kepadatan lalu lintas.
Terutama, di titik akhir tol yang berada di kawasan Simpang Susun Besuki. Sebab, titik ini terhubung dengan jalan nasional wilayah Situbondo Barat.
“Yang perlu diwaspadai adalah di ujung Simpang Susun Besuki, karena di sana pertemuan dengan jalan nasional,” jelasnya di sela apel persiapan pembukaan fungsional Tol Prosiwangi di Gerbang Tol Kraksaan, Jumat, 13 Maret 2026.
”Di titik itu rawan macet, sehingga nanti bisa dilakukan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian,” Adi melanjutkan.
BACA: Mudik Lebaran, 160 Ribu Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Prosiwangi
Tol Prosiwangi memiliki konfigurasi dua jalur dua arah (2×2). Namun untuk segmen Paiton hingga Besuki hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan kecil, guna mengantisipasi kepadatan di titik akhir tol.
“Untuk jalur Gending hingga Paiton bisa dilalui semua golongan kendaraan. Tetapi,dari Paiton sampai Besuki hanya untuk kendaraan golongan kecil, mengantisipasi potensi kemacetan di rest area maupun di ujung akses Situbondo Barat,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, PT Jasamarga Prosiwangi bakal membuka secara fungsional ruas Tol Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi selama 16 hari, mulai 14 - 29 Maret 2026. Tujuannya, mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah.
Selama masa operasional fungsional, ruas tol sepanjang hampir 50 kilometer tersebut dapat dilintasi secara gratis oleh para pengguna jalan dengan waktu operasional terbatas. Operasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.
