JATIMNET.COM, Surabaya - Grup band Slank menjadi sasaran warganet Indonesia karena bakal hadir dalam Apel Kebangsaan bertajuk "Kita Merah Putih" di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Minggu, 17 Maret 2019.

Warganet ramai-ramai mem-bully Slank yang digawangi Kaka, Bimbim, Ridho, Ivan, dan Abdee tersebut lewat tanda pagar  (tagar) #SlankMakanDuitRakyat. Tagar ini muncul lantaran kegiatan Apel Kebangsaan ini dibiayai oleh APBD Jawa Tengah senilai Rp18 miliar.

Tagar ini menempati puncak trending topic, Sabtu 16 Maret 2019. Banyak netizen kecewa dengan kehadiran Slank sebagai pengisi acara tersebut.  "Dukung acara sehari 18M waras? #SlankMakanDuitRakyat," cuit @anuwaelah.

BACA JUGA: Kisah di Balik Nama Jalan Kramat Gantung Surabaya

Ada yang menyebut Slank sudah hilang rasa malunya. "#SlankMakanDuitRakyat  slank gak ada malunya (judul baru kah?)  belum terlambat bro," kata @iromi_melodityo.

Juga ada warganet yang mengusulkan agar Slank mengganti namanya menjadi band APBD. "Slank ganti nama jdi band APBD #SlankMakanDuitRakyat," tulis @Trihadi23960629

Warganet juga menyindir lagu Slank berjudul 'Kritis BBM' tidak sesuai dengan sikap Slank yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang menghamburkan dana APBD itu.

"BBM naik sama dengan rakyat gak punya pa2 Di minta hidup sederhana Para pejabat foya2 oya ... aha ...@SlankMakanDuitRakyat," kata @RizqMuhammad3.

BACA JUGA: Asal Usul Kampung Made Surabaya

"Kilauan uang memang memabukkan ya. Jadi tidak terlihat di jateng masi banyak pasien bergizi buruk yg lebih memerlukan biaya dibanding bikin pesta-pestaan #SlankMakanDuitRakyat," cuit @susi_siregar.

Slank sendiri sudah tiba di Semarang untuk mengisi acara ini. "Slank baru aja mendarat di Semarang untuk #ngeSlankRameRame BESOK, jam 8 pagi di Lapangan Simpang 5. Siap-siap merapat Slankers!!!," kata akun @slankdotcom.

Selain Slank, sejumlah tokoh diagendakan hadir dalam acara ini. Yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, KH Maimoen Zubair,  Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.