IPM Jawa Timur Naik Tipis

Baehaqi Almutoif

Kamis, 18 April 2019 - 14:03

JATIMNET.COM, Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) 2018 meningkat 70,77 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dikatakan Kepala BPS Jawa Timur Teguh Pramono, Kamis 18 April 2019.

"Ada kenaikan tipis IPM 2018 yang mencapai 70,27 persen dibanding 2017," ujar Teguh.

Teguh mengatakan peningkatan ini terjadi juga di seluruh kabupaten/kota, termasuk Sampang yang menempati urutan terbawah IPM di Jawa Timur. Sebelumnya, IPM sampang 60 persen dan kini naik menjadi 61 persen.

BACA JUGA: BPS: Tidak Ada Provinsi dengan IPM Rendah

"IPM tertinggi masih di Surabaya dengan capaian 81,74 persen. Ada tiga kota yang IPM-nya berada di atas 80 persen, yakni Surabaya, Malang, dan Madiun," ungkapnya.

Teguh berharap pemerintah daerah dapat mempertahankan angka IPM tersebut dengan cara meningkatkan peningkatan kualitas kesehatan. Ia juga mengungkapkan angka harapan hidup juga meningkat dari 70,80 persen ke 70,93 persen. Angka ini bisa dipertahankan karena Jatim berhasil menekan angka kematian bayi.

Menurut Teguh, angka kematian bayi mempengaruhi angka harapan hidup masyarakat Jawa Timur. "Jadi usaha yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mencoba menurunkan tingkat kematian bayi dengan meningkatkan kondisi kesehatan ibunya," urainya.

BACA JUGA: Angkutan Udara dan Bawang Penyumbang Inflasi Maret 2019

Ia mengatakan calon ibu harus memperhatikan usia ia mengandung, dan memperhatikan kesehatan saat hamil. Dua aspek itu menjadi sangat penting bagi kondisi ibu dan bayi.

Kemudian sarana dan prasarana pendukung kesehatan, seperti rumah sakit berikut seluruh fasilitasnya perlu diperhatikan sehingga bisa memberikan pelayanan dengan baik.

Soal sanitasi di lingkungan ibu hamil tidak luput dari rekomendasinya. "Itu semua komprehensif jadi satu kesatuan untuk semakin mengurangi angka kematian bayi," tuturnya.

Baca Juga

loading...