JATIMNET.COM, Probolinggo – Sejumlah hotel di kawasan obyek wisata Bromo bakal memberikan promo menginap murah agar para pengunjung bromo tertarik untuk menginap. Sebab, maraknya travel transit membuat banyak wisatawan yang ke Bromo tidak menginap di hotel.

Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin, promo menginap murah tersebut bernama “Stay Two Night Pay One Night” atau menginap di hotel selama dua malam dan hanya membayar satu malam.

Menurutnya, adanya promo menginap murah dilakukan guna mendongkrak animo wisatawan agar mau menginap di hotel-hotel yang ada di kawasan obyek wisata Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura.

BACA JUGA: Aktivitas Wisata Gunung Bromo Mulai Normal Pasca Nyepi

“Ini langkah para pengelola hotel di sini agar tamu yang ke Bromo tetap mau menginap. Meski marak travel transit pengusaha hotel tetap ada pemasukan,” kata Digdoyo, yang juga pemilik Hotel Yoschi ini, Sabtu 09 Maret 2019.

Digdoyo menjelaskan, jenis kamar yang ditawarkan dalam promo menginap murah di hotel yakni, kamar kelas ekonomi dan standard. Tarif kamar kelas ekonomi sekitar Rp 175 – Rp 250 ribu dan kelas standard sekitar Rp 300 – Rp 500 ribu.

Selain menyiasati maraknya travel transit ke Gunung Bromo, adanya promo “Stay Two Night Pay One Night” juga sebagai cara mempertahankan keberadaan usaha perhotelan di Kecamatan Sukapura.

BACA JUGA: Nyepi, Wisatawan Bromo Dilarang Beraktivitas di Luar Ruangan

Sebab, sejak tahun 2018 kemarin geliat usaha rumah singgah atau “Homestay” di kawasan obyek Wisata Gunung Bromo kian menjamur. Terpantau ada sekitar 28 homestay baru sejak Agustus 2018 hingga saat ini yang totalnya sudah mencapai 199 unit homestay.

Tarif yang ditawarkan lebih murah dari menginap di hotel yakni, sekitar Rp 200 ribu termasuk fasilitas air panas.

“Rencananya untuk promo menginap murah di hotel, akan kita mulai per April 2019 mendatang. Semoga banyak pengunjung yang tertarik nantinya, dan usaha hotel kembali ramai dihuni wisatawan,”jelasnya.