JATIMNET.COM, Surabaya – Kegagalan Repsol Honda memenangkan seri ketiga MotoGP di Circuit of The Americas (COTA) masih diselidiki. Terlebih kegagalan itu disebabkan dua pebalapnya, Marc Marquez dan Jorge Lorenso gagal finish.

Marquez yang selama ini dijuluki King of Texas lantaran enam kali juara di sirkuit di kota Austin, Texas dalam enam kali penyelenggaraan. Namun dia terjungkal di lap ke-20 pada balapan yang diselenggaraan 14 April 2019 lalu.

Lebih menyedihkan lagi adalah pebalap anyarnya, Jorge Lorenzo yang gagal finish. Dia mengalami kerusakan mesin pada putaran kedelapan. 24 jam sebelumnya, rantainya mengalami kerusakan di tikungan 12 lap ke-11 saat mengikuti latihan bebas.

BACA JUGA: Tiga Seri Pembuka MotoGP Lahirkan Juara Berbeda

Kegagalan Lorenzo finish masih diinvestigasi kubu Honda pasca insiden di Austin. Hal ini yang membuat Manajer Tim Alberto Puig tengah mencari problem yang dihadapi kedua pebalapnya, terutama Lonrezo.

“Jelas, hasilnya karena kami tidak mendapat poin,” ungkap Alberto Puig sepeti dikutip Motogp.com, Rabu 17 April 19. Dia meminta waktu untuk mencai penyebab motor yang ditunggangi Lorenzo.

Lorenzo sejak meninggalkan Yamaha prestasinya tidak terlalu menggembirakan. Saat menunggangi Ducati, dia gagal bersinar dengan motor Italia. Begitu juga saat bergabung dengan Honda di akhir musim lalu, pebalap Spanyol itu belum menemukan setelan mesin yang sesuai.

BACA JUGA: Empat Pebalap Incar Gelar Juara Dunia MotoGP 2019

Sebetulnya, menurut Puig, strategi yang dijalankan Marquez maupun Lorenzo berjalan baik. Terlebih Marquez langsung melepaskan diri dengan meninggalkan lawan-lawannya begitu balapan dimulai. Sayangnya dia terjatuh setelah melewati setengah dari balapan.

Meskipun kecewa, Puig meninggalkan Austin dengan semangat positif. “Poin positifnya Marquez tidak cedera. Negatifnya, kami tidak memiliki poin. Nol di Austin,” tutup Puig.