Logo

Harga Daging Sapi dan Ayam Naik, Satgas Pangan Pantau Pasar Mojosari

Reporter:,Editor:

Rabu, 23 September 2026 03:00 UTC

Harga Daging Sapi dan Ayam Naik, Satgas Pangan Pantau Pasar Mojosari

Satgas Pangan Polres Mojokerto yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Aldhino Prima Wirdhan saat memimpin inspeksi harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Raya Mojosari, Selasa, 22 September 2026. Foto: Wanto.

JATIMNET.COM, Mojokerto – Harga daging sapi dan ayam potong di Pasar Raya Mojosari, Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut terungkap saat Satgas Pangan Polres Mojokerto melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok, Selasa, 22 September 2026.

Harga daging sapi yang sebelumnya sekitar Rp120.000 kini mencapai Rp130.000 per kilogram. Sementara, ayam potong naik dari sekitar Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi harga dari tingkat pemasok yang belum stabil.

“Kenaikan harga ini salah satunya dipengaruhi harga dari tingkat pemasok yang belum stabil,” kata Aldhino.

Meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas, Satgas Pangan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar secara umum masih aman.

Dalam pemantauan di Pasar Raya Mojosari, Jalan Pemuda RW III, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, harga beras premium berada di kisaran Rp14.000-Rp14.400 per kilogram.

MinyaKita Rp15.700 per kilogram, gula Rp16.500-Rp17.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp24.000-Rp28.000 per kilogram.

Komoditas lainnya, yakni bawang putih Rp35.500-Rp40.000 per kilogram, bawang merah Rp35.000 per kilogram, cabai merah Rp25.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp65.000 per kilogram. Ayam kampung berada di kisaran Rp70.000 per kilogram.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga telur ayam ras justru turun. Harga komoditas tersebut sebelumnya sekitar Rp28.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Menurut Aldhino, penurunan harga telur tidak lepas dari upaya intervensi dan pengawasan Satgas Pangan bersama instansi terkait untuk menjaga kestabilan harga di pasar.

“Monitoring ini merupakan upaya Satgas Pangan Polres Mojokerto bersama instansi terkait untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman dan harga bahan pokok tetap terkendali,” ujarnya.

Monitoring tersebut dilakukan bersama Bulog wilayah Mojokerto, Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Perdagangan, serta pengelola Pasar Raya Mojosari. Petugas tidak hanya mengecek harga, tetapi juga mencatat ketersediaan stok di tingkat pedagang.

Satgas Pangan juga mengingatkan pedagang agar menjual bahan pokok sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP).

Aldhino menegaskan monitoring akan dilakukan secara berkala. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, petugas akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menelusuri penyebabnya hingga tingkat pemasok.

“Jika ditemukan adanya kenaikan harga yang tidak wajar, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri penyebabnya,” tegas Aldhino.