Minggu, 01 November 2026 14:00 UTC

Rapat anggota kelompok berkah ternak di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Minggu, 1 November 2026. Foto: Fauzan Arif Satrio/Jatimnet
JATIMNET.COM, Jember – Kelompok Berkah Ternak di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember berupaya mengubah aktivitas beternak dari pekerjaan sampingan menjadi sumber penghasilan produktif bagi masyarakat.
Kelompok beranggotakan 25 orang tersebut mulai merancang pengembangan usaha peternakan domba, kambing, dan sapi. Tak hanya menjual hewan ternak, mereka juga membidik pengolahan hasil peternakan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Ketua Kelompok Berkah Ternak, Samsul Muarif mengatakan, pembentukan kelompok dilatarbelakangi keinginan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sebagian besar anggota berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah dan bekerja sebagai buruh tani.
"Tujuan kami membentuk kelompok ini adalah untuk meningkatkan perekonomian para anggota. Kami ingin keberadaan kelompok ini bisa meningkatkan pendapatan mereka dalam kehidupan sehari-hari," kata Samsul usai pertemuan anggota di Ledokombo, Minggu, 1 November 2026.
Menurut dia, selama ini kegiatan beternak lebih banyak dijadikan pekerjaan tambahan. Hewan ternak yang dipelihara juga cenderung diposisikan sebagai tabungan yang bisa dijual ketika anggota membutuhkan uang.
Melalui kelompok tersebut, Samsul ingin mengembangkan peternakan menjadi kegiatan ekonomi yang mampu memberikan penghasilan secara berkelanjutan.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah pengolahan hasil ternak, mulai dari produksi susu kambing, daging beku, pupuk kompos, hingga aneka olahan daging seperti sate dan gulai.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, kelompok mulai berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jawa Timur di Jember, khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi.
Samsul mengatakan, pengembangan produksi susu kambing membutuhkan pengetahuan dan keterampilan teknis. Karena itu, kelompok berencana mengikuti pelatihan praktik pemerahan susu kambing di Kabupaten Lumajang yang difasilitasi Bakorwil.
"Untuk saat ini, kami masih perlu mendapatkan ilmu dan keterampilan terlebih dahulu. Insyaallah, dalam waktu dekat, pihak Bakorwil akan memfasilitasi pelatihan dan membawa kelompok kami ke Lumajang untuk praktik memerah susu kambing," ungkapnya.
Selain keterampilan, keterbatasan modal juga menjadi tantangan. Pengadaan kambing sebagai modal awal untuk usaha produksi susu masih terkendala kemampuan finansial anggota.
"Yang terpenting, kami mendapatkan ilmunya terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan mencari cara agar bisa mendapatkan kambing meskipun dengan keterbatasan modal," tambahnya.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas anggota dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Jember serta UPT Dinas Peternakan Jawa Timur Wilayah Jember.
Kelompok tersebut telah mendapatkan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dan silase. Pengetahuan itu juga mulai diterapkan anggota untuk mendukung pengelolaan ternak.
"Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dan silase, dan ilmu tersebut sudah kami praktikkan. Pihak Bakorwil juga membantu memfasilitasi peningkatan pengetahuan kami di bidang peternakan," kata Samsul.
Meski sejumlah rencana pengembangan mulai disiapkan, Kelompok Berkah Ternak masih membutuhkan bantuan ternak serta sarana dan prasarana penunjang. Samsul menyebut proposal permohonan bantuan telah diajukan pada bulan sebelumnya.
Ke depan, kelompok tersebut berharap dapat memperluas usaha hingga ke tahap pengolahan hasil peternakan. Bahkan, Samsul ingin kelembagaan kelompok bisa ditingkatkan menjadi koperasi agar kegiatan ekonomi anggota memiliki pengelolaan yang lebih kuat.
"Harapan kami, kelompok ini bisa berkembang satu tingkat lebih tinggi, bahkan menjadi koperasi. Jadi, kami tidak hanya menjual hewan ternak, tetapi juga mengembangkan berbagai potensi dari peternakan agar bisa menghasilkan nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota," pungkasnya.
