Gubernur Jatim Kaji Rencana Pemulangan Warga Ponorogo

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Jumat, 15 Maret 2019 - 22:32

JATIMNET.COM, Surabaya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berencana mengembalikan warga Watubonang, Badegan, Ponorogo yang pindah ke Kabupaten Malang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku tengah menggodok bagaimana format yang tepat untuk membawa 16 kepala keluarga (KK) pulang.

"Jadi sekarang di pondok dulu di Malang, sambil Pak Bupati Ponorogo saya komunikasi terus," ujar Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Jumat 15 Maret 2019.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Kepindahan Warga Ponorogo ke Malang

Khofifah mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo terkait rencana pemulangan mereka. Mengingat aset yang dimiliki juga sudah habis dijual. Perlu ada solusi tepat agar mereka mau kembali ke kampung halaman.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni telah turun tangan mencari format yang tepat. "Bagaimana mereka yang kemarin membeli aset (warga yang pindah) dengan harga di bawah standar, kemudian dengan suka cita mengembalikan," bebernya.

Tentunya hal tersebut tidak mudah. Butuh waktu yang tak singkat. Ada proses penggantian untuk mengembalikan aset milik 16 KK. Ini yang membutuhkan formula agar tepat sasaran.

BACA JUGA: Gubernur Jatim Pelajari Motif Kepindahan Puluhan Warga Ponorogo

Sementara untuk pondok pesantren di Kabupaten Malang yang menjadi tujuan mereka, Khofifah meminta agar mereka mengembalikan harta para warga. Setidaknya itu nanti bisa dipakai bekal melanjutkan hidup. Mengingat mereka sudah tak lagi punya apapun.

"Saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolda, saya sudah koordinasi dengan Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Semua sudah menurunkan timnya di kecamatan dan desa guna menyosialisasikan," bebernya.

Ia berharap, dengan sosialisasi ini masyarakat tidak lagi mudah terjebak pada hal yang akhirnya berujung eksodus. Menjual aset yang dimiliki dan menyerahkan semua hartanya kepada pihak lain. Meski disadarinya memgembalikan belasan KK tidaklah mudah juga.

Baca Juga

loading...