Gubernur Jatim Pelajari Motif Kepindahan Puluhan Warga Ponorogo

Baehaqi Almutoif
Baehaqi Almutoif

Kamis, 14 Maret 2019 - 13:18

JATIMNET.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah mempelajari kepergian belasan Kepala Keluarga (KK) di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo dengan alasan kiamat.

"Saya tidak berkomentar dulu. Kecuali setelah bertemu yang bersangkutan, kok sampai mereka percaya hal yang kemudian, menurut saya, agak kurang diterima di era sekarang," ujar Khofifah usai menghadiri Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur, Kamis 14 Maret 2019.

Khofifah mengaku pernah juga tidak percaya dengan berita kiamat yang ramai muncul 2012 silam. Saat itu ia langsung datang ke Distrik Maya di Meksiko untuk mencari tahu sebenarnya yang terjadi.

BACA JUGA: Belasan Warga Ponorogo Jual Harta Benda Hindari Kiamat

"Saya datang apa yang membuat orang percaya. Setelah saya pelajari, oh ternyata kalender mereka (suku setempat) habis 2012," ungkapnya.

Namun ini kasus yang terjadi di Ponorogo, menurutnya sedikit agak berbeda. Gubernur Jatim wanita pertama itu mencoba menyikapi dengan kearifan lokal.

Ke depannya, Pemprov akan meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim segera turun melakukan pendekatan. Mencari tahu penyebab warga Ponorogo bissa mempercayai kiamat akan segera datang.

"Saya meminta kepala kantor Kemenag Ponorogo dulu untuk mengkonfirmasi sebetulnya apa yang terjadi dengan kelompok ini. Terus bisa konfirmasi kepada pimpinannya,” bebernya.

BACA JUGA: MUI dan Pemkab Ponorogo Sayangkan Warga Percaya Isu Kiamat

Sebelumnya diberitakan, ada 16 KK yang terdiri dari 52 warga Desa Watubonang meninggalkan desa dengan alasan yang kurang jelas. Dari 52 warga, 22 di antaranya adalah anak-anak.

Bahkan beberapa warga ada yang sampai menjual harta benda berupa rumah dan tanah. Hasil penjualan itu digunakan sebagai bekal untuk menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di Malang.

Kepindahan warga ini tidak dibarengi dengan izin kepada pihak desa. Sehingga belum diketahui alasan kepindahan diduga warga takuk kiamat menerjang desanya.

Baca Juga

loading...