JATIMNET.COM, Ponorogo – Kepolisian Resor Ponorogo akan melakukan penyelidikan berkaitan dengan belasan Kepala Keluarga (KK) yang tiba-tiba pindah ke sebuah Pondok Pesantren di Kasembon, Kabupaten Malang.

Sebab kepindahan itu dianggap tidak wajar. Yakni berkaitan dengan isu akan adanya kiamat yang melanda desa Watubonang, Kecamatan Badekan, tempat tinggal warga yang ‘eksodus’ tersebut.

Saat ini polisi tengah menyelidiki lelaki berinisial KT (45 tahun) yang diduga menjadi pimpinan jemaah pengajian di Desa Watubonang. Dia diduga mengajak jemaahnya untuk pergi meninggalkan desa dan belajar agama di sebuah pondok pesantren di Kasembon, Kabupaten Malang.

BACA JUGA: Belasan Warga Ponorogo Jual Harta Benda Hindari Kiamat

“Isu kepindahan warga karena kiamat itu masih hoaks, yang benar mereka memang pergi meninggalkan desa, tapi untuk belajar agama dan mondok,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant saat di hubungi melalui telepon selulernya, Kamis 14 Maret 2019.

Radiant menuturkan saat ini ia telah menurunkan anggotanya untuk mencari sosok KT yang kabarnya sudah berada di Malang. Tujuannya untuk memastikan isu yang telah beredar luas di masyarakat, tentang akan adanya kiamat di Desa Watubonang.

Kepolisian bersama TNI dan Forpimda serta tokoh NU, Muhammadiyah, dan MUI telah melakukan pembinaan dan pencerahan ke warga Watubonang supaya tidak ikut berangkat ke Malang.

Untuk warga yang telah menjual rumah dan tanahnya dugaan polisi saat ini memang digunakan untuk biaya hidup selama mondok. Kemungkinan lain, warga yang pindah memang ingin tinggal di lingkungan sekitar pondok pesantren.

BACA JUGA: Gubernur Jatim Pelajari Motif Kepindahan Puluhan Warga Ponorogo

“Hanya beberapa warga yang menjual tanah dan rumahnya, sisanya hanya meninggalkan rumahnya saja. Bisa jadi ada kemungkinan mereka akan kembali lagi ke desanya,” terangnya.

Terakit beberapa isu kepindahan warga karena kiamat yang diminta membeli pedang, memasang foto pengasuh pondok, dan lainnya, Radiant menegaskan bahwa berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kita tunggu penyelidikan dari Polres Batu dan tim yang kita turunkan untuk ke Malang,” Pungkasnya.