Logo

‎Gagal Merampok Rumah Nenek Renta, Pria di Probolinggo Babak Belur Diamuk Warga

Polisi Imbau Masyarakat Tak Main Hakim Sendiri
Reporter:,Editor:

Selasa, 06 January 2026 09:45 UTC

‎Gagal Merampok Rumah Nenek Renta, Pria di Probolinggo Babak Belur Diamuk Warga

Liami, nenek 69 tahun yang rumahnya nyaris dirampok saat sedang beristirahat. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Percobaan perampokan yang menyasar seorang nenek di Kabupaten Probolinggo berakhir tragis. Seorang pria babak belur setelah diamuk warga akibat gagal merampok rumah korban.

Aksi tersebut memicu kemarahan warga lantaran pelaku sempat mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis celurit. Situasi semakin memanas hingga warga melakukan penghakiman sebelum aparat tiba.

Beruntung, petugas kepolisian segera datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku dari amukan massa. Pelaku kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam sebuah rekaman video amatir yang beredar di media sosial, tampak seorang pria tergeletak lemah di sekitar rest area Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro), tepatnya di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

BACA: Angkut Sapi Hasil Curian, Sebuah Truk Dibakar Massa di Probolingo

Pelaku diketahui bernama Muhamad Safi’i (28), warga Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Akibat bogem mentah warga yang tersulut emosi, pelaku sempat tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Tongas untuk menjalani perawatan intensif.

Aksi percobaan perampokan tersebut terjadi di rumah Liami (69), seorang nenek warga setempat, pada Senin malam, 5 Januari 2026. Saat kejadian, korban sedang beristirahat di dalam rumah bersama tetangganya, Marwah (63).

Tiba-tiba, pelaku masuk melalui pintu depan rumah dan langsung mengalungkan celurit ke leher korban. Namun, korban justru berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan warga sekitar.

Polisi mengamankan terduga pelaku percobaan perampokan di Probolinggo yang babak belur karena diamuk warga. Foto: Zulafif

Teriakan korban membuat pelaku panik dan melarikan diri ke area ladang jagung di sekitar permukiman warga.

Pelaku yang sempat bersembunyi akhirnya tertangkap di sekitar rest area tol setelah keberadaannya diketahui warga. Massa yang terlanjur emosi kemudian menghakimi pelaku sebelum polisi tiba di lokasi.

Kapolsek Tongas AKP Jayadi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut pelaku sebelumnya juga sempat melakukan percobaan tindak kejahatan di lokasi lain.

“Sebelum kejadian di rumah korban, pelaku sempat mencoba merampas sepeda motor di Desa Klampok, namun gagal,” kata AKP Jayadi saat dikonfirmasi Selasa, 6 Januari 2026.

AKP Jayadi menjelaskan, di lokasi kedua tersebut pelaku tertangkap warga dan menjadi sasaran penganiayaan.

BACA: Kotak Amal Musala di Probolinggo Kembali Dibobol Maling

“Di tempat kedua ini pelaku tertangkap oleh warga dan mengalami penganiayaan. Kami segera mengamankan pelaku dan membawanya ke rumah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Hingga saat ini, pelaku masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah setempat dengan kondisi kritis.

Meski demikian, kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan setelah kondisi pelaku membaik.

“Kasus ini tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri,” pungkas AKP Jayadi.