Logo

Festival Pesisir Angkat Potensi Wisata Pulau Mandangin Sampang

Reporter:,Editor:

Minggu, 16 August 2026 06:30 UTC

Festival Pesisir Angkat Potensi Wisata Pulau Mandangin Sampang

Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Sampang Slamet Junaidi dalam acara Festival Pesisir Pantai ke-5 di Pulau Mandangin pada Sabtu 15 Agustus 2026. Foto: Iam for Jatimnet.

JATIMNET.COM, Sampang — Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, memiliki potensi wisata dan budaya yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi warga pesisir. Potensi tersebut diangkat dalam Festival Pesisir Pantai ke-5 yang digelar pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Festival yang digelar Husky CNOOC Madura Limited (HCML) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Pemkab Sampang itu menjadi bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) industri hulu migas.

Manager Regional Office and Relation HCML, Hamim Tohari, mengatakan program pemberdayaan masyarakat diarahkan pada kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan warga secara berkelanjutan.

"Dalam rangka melakukan program pemberdayaan masyarakat agar bisa terus berkelanjutan dan ada gemanya secara terus-menerus, program-program kami berfokus pada kegiatan yang sifatnya generating income," ujar Hamim Tohari.

Menurut dia, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan. Warga perlu memiliki keterampilan dan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

Festival Pesisir ke-5 menjadi salah satu ruang bagi warga untuk terlibat langsung. Sebanyak 400 warga yang terdiri dari nelayan dan perempuan pesisir Pulau Mandangin tampil dalam drama musikal kolosal bertajuk "Mandangin Bergema".

Pementasan tersebut mengangkat legenda lokal Bangsacara-Ragapatmi. Cerita yang sebelumnya kurang dikenal itu digali kembali bersama tokoh dan pegiat adat di Madura, kemudian dikemas dalam pertunjukan seni.

Hamim mengatakan keterlibatan warga dalam pementasan sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal.

"Cerita-cerita atau hikayat yang tersembunyi di Pulau Mandangin ini digali kembali dan dituangkan dalam sebuah aksi seni dan budaya. Luar biasanya, seluruh pesertanya adalah masyarakat nelayan sendiri," katanya.

Rangkaian Festival Pesisir juga diisi sejumlah kegiatan sosial. Sehari sebelum pementasan, panitia menyerahkan bantuan pendidikan kepada 50 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tingkat SD, MI, MTs, dan SMP.

Selain itu, sebanyak 100 anak di Pulau Mandangin mengikuti khitanan massal.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan keberadaan industri hulu migas diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kegiatan operasional, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan ekonomi.

"Kami ingin Pulau Mandangin menjadi jujukan wisata sehingga tercipta kemandirian ekonomi dan pengembangan UMKM lokal. Warga Pulau Mandangin tidak boleh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri," kata Slamet Junaidi.

Menurut Slamet, pengembangan potensi wisata Pulau Mandangin dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Warga diharapkan ikut mengelola dan mengembangkan potensi yang ada sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung.

Hamim menambahkan pengembangan Pulau Mandangin masih membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar seperti air bersih.

Dengan dukungan tersebut, Pulau Mandangin diharapkan dapat berkembang sebagai destinasi wisata maritim yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Festival Pesisir menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan potensi budaya, keterlibatan warga dan pengembangan ekonomi. Kolaborasi antara industri hulu migas, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk membangun kemandirian warga pesisir Mandangin.