Logo

Perkuat Pelestarian Budaya, Disbudpar-DPRD Jatim Hadirkan Cak Percil di Jombang

Reporter:,Editor:

Minggu, 27 September 2026 09:00 UTC

Perkuat Pelestarian Budaya, Disbudpar-DPRD Jatim Hadirkan Cak Percil di Jombang

Ketua Tim Kerja SDM & Pranata Budaya Disbudpar Jatim Adiyanto (empat dari kanan), anggota DPRD Jatim Sumardi (lima dari kanan) foto bersama seniman pengisi campursari Cak Percil Cs di Lapangan Gudo, Sukoiber, Jombang, Sabtu (29/9/2026). Foto: Karina

JATIMNET.COM, Jombang - Ribuan warga memadati lapangan Desa Sukoiber, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Sabtu malam, 26 September 2026.

Mereka datang untuk menyaksikan pertunjukan campursari Cak Percil Cs yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur bersama DPRD Jatim.

Ketua Tim Kerja SDM dan Pranata Budaya Disbudpar Jatim Adiyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan legislatif dalam memperkuat budaya lokal.

“Sinergitas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan DPRD Jatim ini dalam rangka penguatan budaya lokal,” kata Adiyanto di hadapan tamu undangan dan ribuan penonton.

Menurut Adiyanto, pertunjukan seni secara langsung menjadi salah satu cara agar kesenian tradisional tetap memiliki ruang di tengah masyarakat. Antusiasme warga yang memenuhi lapangan Sukoiber juga menunjukkan seni tradisi masih diminati.

“Dengan nanggap seperti ini agar kesenian tidak punah. Dan ternyata, kesenian tradisional masih banyak peminatnya. Mudah-mudahan sinergitas tetap berjalan,” ujarnya.

Ia mengatakan pelestarian budaya juga membutuhkan kepedulian dari para legislator. Salah satunya melalui aspirasi Sumardi, anggota Komisi A DPRD Jatim dari daerah pemilihan Jombang, Kabupaten/Kota Mojokerto.

Ribuan warga memadati lapangan Sukoiber, Gudo, Jombang untuk menyaksikan Campursari "Cak Percil Cs" Sabtu malam, 26 September 2026. Foto: Karina.

Menurut Adiyanto, sejumlah pertunjukan seni tradisional seperti wayang kulit dan campursari yang digelar Disbudpar bersama DPRD Jatim di sejumlah daerah merupakan bagian dari aspirasi tersebut.

“Ini aspirasi dari beliau,” katanya.

Sementara itu, Sumardi mengatakan pelestarian budaya lokal dan kesenian tradisional menjadi salah satu perhatiannya. Menurutnya, pertunjukan seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan warga.

“Selain memberi hiburan juga menjalin silaturahmi di antara kita, menjadikan seduluran saklawase,” ujarnya.

Campursari Cak Percil Cs sengaja digelar di lapangan Desa Sukoiber. Sumardi berharap warga dapat menikmati pertunjukan dan sejenak melupakan berbagai persoalan sehari-hari.

“Yang penting happy, yang penting panjenengan bahagia. Gak usah eling pinjaman. Ingatnya hari Senin (besok) saja,” ujar Sumardi.

Legislator Partai Golkar tersebut mengatakan menghadirkan kesenian tradisional untuk masyarakat juga merupakan bagian dari janji politiknya sebagai wakil rakyat.

“Saya menepati janji, kalau jadi wakil rakyat akan nanggap seni tradisi seperti wayang kulit atau campursari Cak Percil Cs, seperti malam ini,” ungkapnya.