Minggu, 25 October 2026 03:00 UTC

Poster EBook berjudul Dung....Kre....Jejak Pagebluk dan Gadis yang Tidak Pulang Karya ND.Nugroho. Foto: Gemini AI.
JATIMNET.COM, Madiun – Kisah pagebluk yang dikaitkan dengan asal-usul kesenian Dongkrek di Mejayan, Kabupaten Madiun, menjadi latar novel fiksi sejarah berjudul DUNG... KREK...: Jejak Pagebluk dan Gadis yang Tidak Pulang karya ND.Nugroho.
Novel tersebut mengangkat kehidupan masyarakat saat pagebluk yang dalam sejumlah cerita dikaitkan dengan tahun 1826. Selain menelusuri kisah yang berkembang tentang asal-usul Dongkrek, cerita ini berusaha membayangkan pengalaman warga ketika menghadapi kematian, ketakutan, dan perubahan kehidupan sosial.
Alur cerita berpusat pada Rama, seorang mahasiswa antropologi yang menelusuri asal-usul Dongkrek. Penelitiannya membawanya pada pertanyaan tentang hubungan pagebluk, topeng, bunyi dung... krek..., serta orang-orang yang hidup di tengah situasi penuh ketidakpastian.
Dalam penelusuran tersebut, Rama menemukan sosok Gendari, seorang gadis yang digambarkan tetap mengantarkan makanan dan menyampaikan kabar ketika warga lain diliputi ketakutan. Gendari kemudian menghilang, menyisakan misteri yang menjadi salah satu penggerak cerita.
Melalui tokoh-tokoh tersebut, novel ini menyoroti sisi manusiawi di balik kisah Dongkrek. Warga tidak hanya menghadapi penyakit dan kematian, tetapi juga berusaha menjaga hubungan sosial ketika ketakutan membuat mereka saling menjauh.
ND.Nugroho menempatkan karyanya sebagai fiksi sejarah yang terinspirasi dari kesenian Dongkrek dan cerita pagebluk yang hidup di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh dan peristiwa dalam novel merupakan rekonstruksi imajinatif, bukan klaim sejarah yang telah terverifikasi.
Novel ini juga tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau menggeser cerita maupun pakem Dongkrek yang berkembang di masyarakat Mejayan. Dalam proses pengembangan cerita, penulis menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai asisten kreatif.
E-book DUNG... KREK...: Jejak Pagebluk dan Gadis yang Tidak Pulang tersedia dengan harga Rp39.000 melalui laman lynk.id/ndnugroho.
