Logo

Festival Kopi Probolinggo 2024, Langkah Awal Pengembangan Kopi Lokal

Reporter:,Editor:

Jumat, 13 December 2024 11:00 UTC

Festival Kopi Probolinggo 2024, Langkah Awal Pengembangan Kopi Lokal

FESTIVAL KOPI. Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto (pakai rompi) dan Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Gus Haris (jaket hitam) saat acara Festival Kopi Probolinggo, Kamis-Jumat, 12-13 Desember 2024. Foto: Diskominfo Kab. Probolinggo

JATIMNET.COM, Probolinggo – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo menggelar Festival Kopi Probolinggo 2024.

Acara digelar selama dua hari, mulai Kamis hingga Jumat malam, 12-13 Desember 2024. Festival menyuguhkan berbagai kegiatan, mulai Probolinggo Specialty Coffee Competition, Manual Brewing V60 Competition, dan lainnya. 

Ketua Dewan Kehormatan HIPMI Kabupaten Probolinggo Mohammad Haris berharap agar festival tersebut dapat berlanjut secara rutin. Menurutnya, pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan pengusaha dalam pengembangan sektor kopi dari hulu hingga hilir, termasuk soal edukasi tentang cara menanam, merawat, dan memanen kopi dengan kualitas terbaik.

BACA: Pertahankan Kualitas, Kopi Krucil Probolinggo Tembus Pasar Luar Negeri

“Probolinggo memiliki potensi besar untuk menjadi produsen kopi terkemuka dan kita perlu menciptakan branding kopi yang khas," ujar pria yang akrab disapa Gus Haris tersebut. 

Dengan produksi kopi yang mencapai 4.000 ton, Kabupaten Probolinggo harus memaksimalkan potensi tersebut untuk menghasilkan produk kopi berkualitas tinggi. 

Ia menambahkan salah satu tantangan utama saat ini adalah kurangnya edukasi bagi petani mengenai teknik budidaya kopi yang baik. Oleh karenanya, upaya memberikan pelatihan dan bimbingan kepada petani menjadi hal yang sangat penting.

BACA: Si Komo, Kopi Motor Klasik yang Biasa Keliling Probolinggo

Sementara itu, Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto menyebutkan Festival Kopi 2024 merupakan langkah awal dalam memasarkan kopi lokal Probolinggo agar dapat bersaing dengan produk kopi dari daerah lain.

Ia berharap dengan adanya festival ini, kualitas kopi Probolinggo dapat lebih diperhatikan dan diperbaiki sehingga bisa bersaing di pasar lokal maupun nasional.

“Kami akan terus mendukung pelaku usaha, termasuk petani kopi, dengan menyediakan fasilitas untuk memasarkan produk-produk lokal. Dengan demikian, kopi Probolinggo dapat dikenal lebih luas, baik di Jawa Timur maupun di tingkat nasional,” katanya.