Sabtu, 30 May 2026 04:00 UTC

Petugas Damkar melakukan pembasahan di kandang ternak ayam di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Senin dini hari, 30 Mei 2026. Foto: DAMKAR
JATIMNET.COM, Mojokerto - Kebakaran melanda kandang peternakan ayam di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu dini hari, 30 Mei 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan ribuan ekor ayam mati terpanggang setelah api menghanguskan bangunan kandang dalam waktu singkat.
Insiden kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.20 WIB. Api melahap kandang ayam dengan area terdampak mencapai kurang lebih 16 x 100 meter persegi atau sekitar 1.600 meter persegi.
Besarnya kobaran api sempat membuat warga sekitar lokasi panik. Asap tebal dan cahaya api yang membumbung tinggi terlihat dari kejauhan, sehingga warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Mendapat laporan adanya kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto langsung menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta personel Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian.
Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan menjalar ke area lain di sekitar peternakan.
Tidak hanya petugas pemadam kebakaran, proses penanganan juga melibatkan personel Polsek setempat, Koramil, relawan, serta warga sekitar. Seluruh unsur yang berada di lokasi bekerja sama membantu proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Komandan Regu Damkar, Sukamto mengatakan bahwa petugas bergerak cepat begitu menerima informasi dari warga terkait adanya kebakaran di lokasi peternakan ayam tersebut.
“Kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Saat tiba di lokasi, api sudah membakar sebagian besar bangunan kandang,” kata Sukamto.
Menurutnya, luasnya area yang terbakar menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak menimbulkan kebakaran susulan.
“Hingga siang hari, kami masih melakukan pembasahan. Tujuannya, untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujarnya.
Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas masih terus melakukan proses pembasahan hingga siang hari.
Bahkan, hingga pukul 12.00 WIB atau lebih dari 10 jam setelah kejadian, sejumlah personel masih berjaga dan menyemprotkan air ke beberapa titik yang berpotensi memunculkan bara api.
Kepulan asap masih tampak keluar dari sisa material bangunan kandang yang terbakar. Kondisi tersebut membuat petugas tidak bisa langsung meninggalkan lokasi sebelum benar-benar dipastikan aman.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah karena sebagian besar bangunan kandang hangus terbakar dan ribuan ayam ternak tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, besaran kerugian material akibat kebakaran masih dalam tahap pendataan dan penghitungan oleh pihak terkait. Petugas juga masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
Sukamto menambahkan, pihaknya akan terus berada di lokasi hingga situasi benar-benar aman.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan api padam total dan tidak membahayakan area di sekitarnya,” pungkasnya.
