Logo

Seorang Lansia Meregang Nyawa Akibat Kebakaran Ruko di Surabaya

Diduga menghirup asap terlalu banyak saat berusaha menyelamatkan diri
Reporter:,Editor:

Minggu, 31 May 2026 04:00 UTC

Seorang Lansia Meregang Nyawa Akibat Kebakaran Ruko di Surabaya

Petugas polisi dan BPBD Surabaya evakuasi jenazah korban kebakaran di Jalan Sidoyoao IV, Minggu, 31 Mei 2026. Foto: Command Center.

JATIMNET.COM, Surabaya - Seorang perempuan lanjut usia berinisial TLW (68) ditemukan meninggal dunia akibat kebakaran sebuah rumah toko (ruko) dua lantai di Surabaya, Minggu dini hari, 31 Mei 2026. Lokasi tepatnya di Jalan Sidoyoso IV Nomor 51, Kelurahan/Kecamatan Simokerto.

Korban diduga meninggal dunia akibat menghirup asap pekat saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang melahap lantai dua bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal tersebut.

"Korban ditemukan di depan kamar mandi lantai dua,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani.

Ia mengatakan bahwa petugas menemukan korban setelah proses pemadaman dan pembasahan selesai dilakukan.

Dari kondisi fisik yang ditemukan, korban diduga menghirup asap dalam jumlah banyak saat hendak menuju bagian belakang bangunan yang sudah terhalang api. “Korban terjebak,” ucapnya.

Kebakaran dilaporkan ke Command Center 112 sekitar pukul 02.22 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, DPKP Surabaya mengerahkan sebanyak 20 unit tempur beserta personel untuk melakukan pemadaman.

Menurut Laksita, titik awal kebakaran diketahui berada di lantai dua ruko yang difungsikan sebagai tempat tinggal.

Kobaran api kemudian membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Api pertama kali diketahui berasal dari lantai dua. Untuk penyebabnya masih didalami oleh kepolisian," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di depan pintu kamar mandi lantai dua.

Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara sementara, korban diduga sempat berupaya menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi.

"Dari keterangan saksi, saat mengetahui kejadian kondisi lantai dua sudah terbakar. Korban berada di kamar atas dan diduga berusaha menyelamatkan diri," jelasnya.

Menurut Zainur, meskipun tubuh korban mengalami luka bakar, kondisi jasad masih dapat dikenali. Hal itu menguatkan dugaan bahwa korban terlebih dahulu kehilangan kesadaran akibat menghirup asap sebelum akhirnya terpapar kobaran api.

"Korban ditemukan dalam posisi seperti hendak menyelamatkan diri. Dugaan sementara meninggal karena terjebak dan menghirup asap saat kebakaran berlangsung," ujarnya.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan sumber api yang memicu kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Di tengah suasana duka, suami korban, Soei Biantoro Rahardjo, tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat menyaksikan proses evakuasi. Ia mengaku sempat berusaha menolong istrinya yang berada di lantai dua ruko ketika kebakaran terjadi.

Menurut dia, lantai dua ruko tersebut merupakan tempat tinggal korban, sementara dirinya bersama anak mereka tinggal di rumah utama yang berada di belakang bangunan dan terhubung dengan ruko melalui lorong penghubung.

"Saya mau ke atas, tapi atap sudah ambruk. Saya hanya bisa teriak minta tolong agar istri saya diselamatkan. Ruko habis tidak apa-apa, yang penting istri saya selamat," ujarnya sambil menahan tangis.

Laksita menjelaskan korban memang memilih tinggal di lantai dua ruko karena tidak nyaman menggunakan pendingin ruangan. Korban sehari-hari hanya menggunakan kipas angin, sedangkan anggota keluarga lainnya tinggal di rumah belakang yang masih terhubung dengan bangunan toko.

Ruko tersebut diketahui digunakan sebagai toko sepeda pada lantai dasar, sedangkan lantai atas difungsikan sebagai tempat tinggal. Akibat kebakaran, bangunan mengalami kerusakan cukup parah terutama pada bagian lantai dua yang menjadi pusat kobaran api.

Hingga Minggu pagi, petugas kepolisian dan tim identifikasi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang menewaskan satu orang penghuni tersebut. Sementara kerugian materiil akibat peristiwa itu masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.