Ferrari Janji Balas Kekalahan dengan Senjata Baru

Rochman Arief

Rabu, 8 Mei 2019 - 17:17

JATIMNET.COM, Surbaya – Ferrari menyiapkan senjata baru jelang Grand Prix Spanyol di sirkuit de Catalunya, Barcelona akhir pekan nanti. Tim berjuluk Kuda Jingkrak itu telah membawa mesin upgrade terbarunya.

Dikutip dari Crash.net, mesin yang dibawa Ferrari ini untuk membalas kekalahan dari Mercedes. Empat balapan pembuka Ferrari tidak berkutik menghadapi kedigdayaan Mercedes dengan empat kemenangan 1-2 beruntun.

Scuderia awalnya direncanakan melakukan pembaruan unit daya pertama musim ini di Kanada. Namun tim asal Italia itu memilih memajukan pengembangan lebih cepat dari jadwal yang akan digunakan dua balapan awal di Barcelona.

BACA JUGA: Frustrasinya Ferrari, Bahagianya Mercedes

“Sudah waktunya (GP Spanyol). Secara tradisi balapan ini membuat sebagian besar tim melakukan pembaruan. Oleh karena itu kami bisa melihat peningkatan kinerja para pesaing,” kata Team Principal Ferrari Ferrari, Mattia Binotto Selasa 7 Mei 2019.

Ferrari sempat mendapat label penantang gelar juara musim 2019. Itu setelah hasil tes pra musim yang dilakukan di Spanyol menunjukkan kemajuan yang hebat. Namun Ferrari justru melempem pada balapan setelah empat kali dihajar Mercedes.

Bahkan di seri pembuka di Melbourne, Australia, mereka gagal meraih podium. Dua pebalapnya, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc gagal mengimbangi Red Bull Racing yang membawa paket mesin RB15 dari Honda.

BACA JUGA: Bos Mercedes Tantang Leclerc Berebut Gelar Juara

“Saat ini kami ketinggalan di kejuaraan, dan kami harus mengejar ketinggalan. Itu berarti pekerjaan pengembangan kami akan menjadi kunci musim ini,” Binotto melanjutkan.

Sebetulnya Ferrari membawa paket aerodinamis baru pada balapan di Baku dua pekan silam. Binotto mengatakan paket tersebut akan disertakan ke Spanyol guna membalas kekalahan.

“Selain itu, kami akan memiliki unit daya baru, atau lebih cepat dari jadwal perkenalan sebelumnya. Sebab spesifikasi kedua akan kami bawa ke Kanada,” pungkas pria kelahiran Lausanne, Swiss 3 November 1969 itu.

Baca Juga

loading...