Senin, 08 June 2026 06:00 UTC

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memipin rapat staf di lingkup Pemerintah Kota Mojokerto. Foto: Kominfo.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Strategi Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperkuat iklim usaha mulai menunjukkan hasil. Berbagai program yang menyasar pelaku UMKM, kemudahan perizinan, hingga peningkatan investasi berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 6,05 persen pada Triwulan I Tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan periode yang sama setahun lalu di angka 5,14 persen.
Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto juga melampaui capaian Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah menciptakan ekosistem ekonomi yang mendukung pertumbuhan usaha dan investasi.
Menurutnya, salah satu fokus pembangunan selama ini adalah memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Karena itu, berbagai kemudahan layanan publik dan perizinan terus diperkuat agar masyarakat maupun investor lebih mudah menjalankan aktivitas usaha.
“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa roda perekonomian daerah bergerak dengan baik dan mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Jawa Timur,” ujar Wali Kota Mojokerto, Senin, 8 Juni 2026.
Inovasi lain dari Pemkot Mojokerto juga dalam penguatan UMKM. Berbagai program pendampingan, pelatihan, promosi produk lokal, hingga digitalisasi usaha terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kota Mojokerto.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan guna menunjang aktivitas ekonomi. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk memperlancar distribusi barang, memperkuat konektivitas, sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari menilai pertumbuhan ekonomi yang tercapai saat ini merupakan hasil dari sinergi berbagai sektor.
Tidak hanya pemerintah, tetapi juga pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga pergerakan ekonomi daerah.
Meski mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, Pemkot Mojokerto menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan bukan sekadar meningkatkan angka ekonomi.
Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas, inklusif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, berbagai program penguatan investasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat akan terus dilanjutkan. Tujuannya, menjaga momentum pertumbuhan yang telah tercapai sekaligus meningkatkan daya saing Kota Mojokerto di tingkat regional maupun nasional.
