JATIMNET.COM, Surabaya – Dunia pariwisata di Cina meningkat signifikan selama perayaan Tahun Baru Imlek beberapa waktu lalu. Sekitar 415 juta perjalanan domestik tercatat dilakukan oleh orang Cina, atau meningkat 7,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kata Xinhua.

Kenaikan jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan selama Tahun Baru Imlek menunjukkan adanya kebangkitan sektor pariwisata Cina di tengah perlambatan ekonomi. 

Dilansir dari www.reuters.com, Senin 11 Februari 2019, kenaikan angka perjalanan domestik mendongkrak pendapatan menjadi 513,9 miliar yuan (setara dengan USD76,2 miliar). Angka ini meningkat 83 persen, mengutip Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

BACA JUGA: Menpar Targetkan Sektor Pariwisata Penghasil Devisa Terbesar Pada 2020

Sementara itu, jumlah wisatawan yang memasuki perbatasan juga naik 11 persen dari 2018 di periode yang sama, menjadi 12,53 juta kali. Penduduk Cina melintasi perbatasan karena alasan pribadi 7,22 juta kali atau naik 16 persen, Xinhua melaporkan.

Lebih dari 6,2 juta kedatangan dicatat oleh otoritas perbatasan selama seminggu, atau meningkat 9,5 persen. 

Kantor Imigrasi Negara Cina mencatat ada lebih dari 6,3 juta perjalanan ke luar negeri atau naik 12,5 persen. Tujuan utama warga Cina selama Imlek adalahThailand, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Hong Kong, Makau dan Taiwan.

BACA JUGA: Kemenpar Bentuk GenPI Untuk Promosikan Pariwisata Indonesia

Tahun lalu selama liburan Festival Musim Semi, 386 juta perjalanan dilakukan di dalam negeri, berkontribusi terhadap peningkatan 475 miliar yuan dalam pendapatan perjalanan Tiongkok, kata Xinhua.

Pada 2017, orang-orang Cina melakukan 143 juta perjalanan wisata internasional dan merupakan pembelanja terbesar di dunia untuk internasional pariwisata, Organisasi Pariwisata Dunia PBB mengatakan.